Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Rekor Kemenangan Terhenti, Fabio Lefundes Keluhkan Tipisnya Kedalaman Skuad Borneo FC

Redaksi Prokal • 2025-12-31 10:27:11
Meski memiliki kualitas mumpuni di barisan pemain inti, namun kedalaman skuad Pesut Etam masih minim dengan timpangnya kemampuan di lapis kedua.
Meski memiliki kualitas mumpuni di barisan pemain inti, namun kedalaman skuad Pesut Etam masih minim dengan timpangnya kemampuan di lapis kedua.

 

SAMARINDA KOTA – Keperkasaan Borneo FC yang sempat mencatatkan rekor sebelas kemenangan beruntun kini resmi terhenti. Hasil minor berupa hanya raihan satu poin dari empat pertandingan terakhir memicu tanda tanya besar: apa yang salah dengan sang Pesut Etam?

Meski ada spekulasi mengenai strategi yang mulai terbaca lawan atau persoalan mentalitas, satu fakta yang sulit dibantah adalah ketimpangan kualitas antara pemain inti dan pelapis—sebuah masalah klasik bernama kedalaman skuad.

Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, secara tersirat mengakui bahwa timnya kehilangan keseimbangan saat beberapa pemain kunci absen. Dalam empat laga krusial terakhir, Pesut Etam harus tampil pincang tanpa kehadiran pilar-pilar penting.

Kondisi ini diperparah dengan absennya Rivaldo Pakpahan yang harus memenuhi panggilan tugas negara memperkuat Timnas SEA Games. Kemudian Maicon Souza yang mengalami cedera saat laga sengit melawan Persib Bandung dan Baker Huseinni menepi dari daftar susunan pemain.

"Sayangnya, kami kehilangan Rivaldo di saat-saat seperti ini. Kami juga harus bermain tanpa Baker Huseinni dan Maicon," keluh Lefundes usai kekalahan pahit dari Malut United, Minggu (28/12/2025).

Lefundes menegaskan bahwa di kompetisi seketat Super League, memiliki pemain inti yang hebat saja tidak cukup. Dibutuhkan bangku cadangan yang siap memberikan dampak instan saat diturunkan. Namun, kenyataannya saat ini pelatih asal Brasil tersebut minim pilihan yang memiliki jam terbang mumpuni.

Sambil menunjuk ke arah barisan pemain pengganti, Lefundes mengungkapkan kegusarannya akan minimnya opsi pemain senior atau berpengalaman yang bisa mengubah keadaan.

"Cukup Anda lihat di bangku cadangan kita hari ini. Berapa banyak pemain muda (belum berpengalaman) yang kami miliki? Kehilangan pemain inti di liga yang kompetitif ini sangatlah berpengaruh," pungkasnya ketus.

Krisis poin ini menjadi alarm bagi manajemen Borneo FC menjelang bursa transfer atau putaran berikutnya. Jika ambisi juara tetap menjadi target utama, pembenahan kualitas pemain pelapis menjadi harga mati agar performa tim tidak merosot tajam setiap kali badai cedera atau panggilan timnas datang menghampiri. (rz/upi)

Editor : Indra Zakaria