Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sebut Tubarao Tidak Dewasa, Pelatih Persija Akui Kartu Merah Lawan Persib Layak Diberikan

Redaksi Prokal • 2026-01-12 10:25:00
Wasit Ko Hyungjin (ketiga kiri) memberikan kartu merah kepada pesepak bola Persija Jakarta Bruno Nunes De Barros (ketiga kanan).
Wasit Ko Hyungjin (ketiga kiri) memberikan kartu merah kepada pesepak bola Persija Jakarta Bruno Nunes De Barros (ketiga kanan).

BANDUNG — Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, tidak memberikan pembelaan terhadap aksi tidak terpuji pemainnya, Bruno Tubarao, saat laga panas melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu malam. Souza menilai kartu merah yang diterima Tubarao adalah hukuman yang pantas akibat tindakan yang merugikan tim.

Insiden tersebut terjadi pada menit ke-53, di mana Tubarao terlihat sengaja menginjak kaki Beckham Putra yang sedang tergeletak di lapangan setelah sebelumnya ia langgar. Wasit tanpa ragu langsung mengusir pemain asal Brasil tersebut keluar lapangan.

"Tadi attitude (sikap) dari Tubarao adalah sikap yang tidak dewasa. Dia pantas mendapatkan kartu merah tersebut," ujar Mauricio Souza dengan tegas dalam sesi jumpa pers setelah pertandingan.

Kartu merah ini menjadi catatan kelam bagi kedisiplinan skuad Macan Kemayoran musim ini. Terhitung, Persija sudah mengoleksi enam kartu merah dalam putaran pertama BRI Super League 2025/2026. Meskipun mengakui kesalahan pemainnya, Souza menampik anggapan bahwa timnya sengaja bermain kasar. Ia justru menyoroti kepemimpinan wasit yang dinilai kurang tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan pemain lawan.

"Kartu merah itu tidak salah, itu benar. Tapi kita juga harus menjaga siapa yang benar-benar ingin bermain bola di lapangan. Tadi banyak pelanggaran keras dari pihak lawan, namun wasit jarang mengeluarkan kartu kuning untuk pemain Bandung," tambahnya.

Pelatih asal Brasil tersebut juga meluapkan kekecewaannya terhadap kualitas pertandingan secara keseluruhan. Menurutnya, tensi tinggi yang berujung banyaknya pelanggaran membuat nilai teknis dan taktis permainan menjadi hilang. Ia merasa penonton yang datang untuk menikmati sepak bola justru disuguhi tontonan yang jauh dari esensi permainan itu sendiri.

"Menurut saya, hari ini adalah pertandingan yang sangat tidak bagus secara teknik maupun taktik. Siapa pun yang datang ke sini untuk melihat sepak bola, hampir tidak melihat sepak bola di lapangan," tutup Souza.

Akibat kekalahan 0-1 ini, Persija Jakarta harus puas mengakhiri putaran pertama di posisi ketiga dengan koleksi 35 poin. Sementara itu, Persib Bandung melesat ke puncak klasemen sekaligus menyabet gelar juara paruh musim. Persija kini memiliki waktu dua pekan untuk berbenah sebelum menjamu Madura United pada laga perdana putaran kedua, 23 Januari mendatang.(*)

Editor : Indra Zakaria