SURABAYA – Usia hanyalah angka bagi David da Silva. Bomber andalan Malut United ini tetap membuktikan ketajamannya di kompetisi kasta tertinggi Indonesia musim 2025/2026. Dengan torehan 7 gol dan 3 assist dari 16 laga, pemain asal Brasil ini seolah menolak tua.
Tim Jawa Pos berkesempatan menemui David di sela kesibukannya untuk mengulik rahasia kebugaran hingga rencananya mengganti paspor menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Berikut adalah petikan wawancaranya:
Rahasia Kebugaran: Tidur 10 Jam dan Mental Ronaldo
Di usia 36 tahun, penampilan Anda masih sangat eksplosif. Apa kuncinya?
"Kuncinya mudah, saya harus terus bekerja keras. Selain itu, saya harus merasa nyaman di rumah. Jika suasana rumah tangga bahagia, saya bisa sangat enjoy saat bekerja di lapangan. Itu sangat membantu mental saya."
Bagaimana Anda menjaga fisik agar tetap bugar menghadapi jadwal liga yang padat?
"Saya sangat disiplin soal istirahat. Saya tidur antara 8-10 jam per hari. Biasanya pukul 21.30 saya sudah tidur dan baru bangun pukul 07.00. Saya juga mewajibkan diri untuk tidur siang setidaknya satu jam setelah latihan."
Sampai kapan Anda berencana akan terus bermain secara profesional?
"Saya merasa seperti Cristiano Ronaldo. Fisik saya terasa seperti pria berumur 29 tahun. Jadi, saya mungkin masih bisa bermain sepuluh tahun lagi, siapa tahu? Selama saya masih bisa menjalankan instruksi pelatih dan mencintai sepak bola, saya tidak akan berhenti."
Banyak kabar beredar Anda ingin menjadi WNI. Apakah itu benar?
"Benar sekali. Saya ingin tetap di sini, di Indonesia. Saat ini proses naturalisasi saya sedang berjalan. Saya ingin menjadi bagian dari negara ini."
Apa yang membuat Anda begitu yakin ingin menanggalkan paspor Brasil?
"Indonesia adalah rumah saya. Saya merasa sangat nyaman. Banyak klub luar negeri yang mencoba merekrut saya, tapi saya memilih bahagia di sini. Anak-anak saya pun sudah lancar bahasa Indonesia, bahkan lebih lancar daripada saya, hahaha!"
Jika nanti resmi menjadi WNI, di kota mana Anda ingin menetap selamanya?
"Bagi saya, Surabaya. Bukan hanya soal hubungan emosional, tapi Surabaya adalah kota yang sangat lengkap untuk ditinggali. Saya suka Bandung karena cuacanya, tapi untuk urusan fasilitas dan kenyamanan kota, Surabaya jauh lebih komplet. Saya punya banyak teman di sana."
Apa target besar Anda bersama klub baru, Malut United?
"Tugas saya adalah memberikan 100 persen. Tugas utama saya mencetak gol, dan saya akan melakukannya setiap ada kesempatan. Itu komitmen saya untuk setiap klub yang saya bela."
Apakah ada target pribadi untuk kembali meraih gelar top skorer musim ini?
"Sepanjang karier, saya tidak pernah mematok target pribadi tertentu seperti harus jadi pencetak gol terbanyak. Fokus saya hanya satu: memenangkan pertandingan yang ada di depan mata. Jika gol itu datang dan membawa kemenangan, itu sudah cukup bagi saya."
Catatan Redaksi: David da Silva kini sedang dalam proses administrasi untuk menjadi pemain naturalisasi. Jika berhasil, ia akan menambah daftar panjang pemain kelahiran Brasil yang memilih menjadi warga negara Indonesia demi kontribusi di sepak bola nasional. (*)
Editor : Indra Zakaria