Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Teror Batu di Pulau Garam! Bus Borneo FC Diserang Oknum, Dandri Dauri: Jangan Dendam

Redaksi Prokal • Selasa, 7 April 2026 - 14:00 WIB
Para pemain Borneo FC saat merayakan kemenangan atas Madura United. Saat pulang ke hotel bus pemain mendapat serangan.
Para pemain Borneo FC saat merayakan kemenangan atas Madura United. Saat pulang ke hotel bus pemain mendapat serangan.

 PROKAL.CO- Euforia kemenangan manis Borneo FC atas Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Minggu malam, ternoda oleh aksi anarkis oknum tak bertanggung jawab. Saat skuat Pesut Etam tengah dalam perjalanan pulang menuju hotel, ketenangan di dalam bus pecah seketika akibat hantaman batu yang dilontarkan orang tak dikenal. Meski sempat memicu ketegangan, manajemen Borneo FC memilih untuk merespons insiden ini dengan kepala dingin demi menjaga marwah sepak bola nasional.

Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, mengonfirmasi kebenaran serangan tersebut namun ia dengan tegas meminta semua pihak untuk tidak membesark-besarkan masalah ini. Menurutnya, tindakan tersebut hanyalah ulah segelintir oknum yang tidak mencerminkan sikap seluruh suporter di Pamekasan. Dandri bahkan mengungkapkan bahwa manajemen Madura United telah bergerak cepat dengan menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas ketidaknyamanan yang dialami tim tamu.

Dandri menekankan bahwa keselamatan seluruh pemain dan ofisial adalah prioritas utama, dan syukurnya semua personel Pesut Etam tiba di hotel dalam kondisi aman tanpa cedera. Ia berharap kejadian ini menjadi titik pemberhentian dan tidak memicu api dendam di masa depan. Baginya, insiden ini justru menjadi "tamparan" sekaligus bahan evaluasi bagi federasi, terutama terkait wacana pencabutan larangan suporter tamu yang hingga kini masih menjadi pertimbangan serius akibat risiko keamanan yang masih fluktuatif.

Imbas dari peristiwa pelemparan tersebut, Dandri sempat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian setempat sebagai bagian dari prosedur pengamanan. Ia melihat sisi positif dari keterlibatannya dalam proses hukum tersebut, yakni sebagai pengingat bahwa sistem pengamanan pertandingan harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari stadion hingga rute perjalanan tim.

Menutup keterangannya, Dandri membawa pesan penting bagi publik sepak bola Samarinda agar tetap menjadi tuan rumah yang elegan bagi tim manapun. Ia mengingatkan bahwa kesiapan menyambut tim tamu bukan hanya tugas panitia pelaksana (Panpel), melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat. Dengan kedewasaan ini, diharapkan atmosfir sepak bola Indonesia bisa semakin sehat tanpa perlu ada lagi drama lempar batu di luar lapangan hijau. (rz/upi)

Editor : Indra Zakaria
#borneo fc