SAMARINDA – Pertarungan sengit bakal tersaji di Stadion Segiri pada Sabtu (11/4/2026) saat Borneo FC menjamu PSBS Biak dalam lanjutan pekan ke-27 Liga 1. Laga ini diprediksi bukan sekadar adu taktik, melainkan ujian ketahanan fisik yang nyata bagi kedua kesebelasan. Masalah teknis pada jadwal penerbangan memaksa tim tuan rumah maupun tamu harus berpacu dengan waktu pemulihan yang sangat sempit.
Skuad Pesut Etam baru saja tiba kembali di Samarinda pada Kamis kemarin. Dengan waktu yang hanya tersisa dua hari sebelum peluit kick-off dibunyikan, pelatih Fabio Lefundes mengambil langkah taktis dengan memajukan jadwal latihan resmi atau Official Training (OT) pada Jumat pagi tadi. Keputusan ini diambil agar anak asuhnya memiliki durasi istirahat yang lebih panjang sebelum bertanding di sore hari.
"Saya suka melakukan OT di pagi hari, agar kami memiliki waktu istirahat yang lebih lama," ungkap Fabio Lefundes menjelaskan alasannya memilih waktu latihan yang tak biasa tersebut.
Mentalitas Tanpa Alasan
Meskipun perjalanan pulang cukup menguras tenaga, Lefundes menegaskan bahwa kondisi fisik tidak boleh menjadi tameng untuk tampil di bawah performa terbaik. Selama masa transit di Surabaya, tim dilaporkan tetap menjalankan program latihan secara intensif. Pelatih asal Brasil tersebut menekankan bahwa profesionalisme pemain diuji dalam situasi sulit seperti ini.
"Saya selalu mengatakan kepada pemain bahwa saya tidak menerima alasan dan keluhan. Mereka harus siap untuk tampil sebaik mungkin, tidak peduli kesulitan apa yang kami alami dalam perjalanan atau situasi latihan," tegas Lefundes dengan nada bicara yang lugas.
Motivasi Berlipat Laskar Badai Pasifik
Di kubu lawan, PSBS Biak datang dengan motivasi tinggi untuk mencuri poin. Meski saat ini Laskar Badai Pasifik masih berjuang di papan bawah klasemen, Lefundes mewaspadai kebangkitan tim tamu yang kerap tampil mengejutkan saat bertemu tim papan atas. Tekanan untuk lolos dari zona degradasi seringkali menjadi bahan bakar tambahan bagi tim seperti PSBS.
Lefundes pun mengingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan lawan sedikit pun. "Menghadapi tim bawah memiliki tingkat kesulitan yang sama seperti menghadapi tim papan atas, karena biasanya mereka memiliki motivasi berlipat untuk menyelamatkan diri dari degradasi," tambahnya menutup pembicaraan. (*)
Editor : Indra Zakaria