PSM Makassar Terjerat Tren Negatif, Ancaman Degradasi Kian Nyata bagi Pasukan Ramang

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 21 April 2026 | 09:30 WIB
Victor Dethan dan kawan-kawan, berada di posisi yang bisa membuat mereka terjerat degradasi di akhir musim.
Victor Dethan dan kawan-kawan, berada di posisi yang bisa membuat mereka terjerat degradasi di akhir musim.

 
PAREPARE — Status sebagai salah satu tim raksasa di kancah sepak bola Indonesia ternyata tidak menjamin keamanan posisi PSM Makassar di klasemen sementara Super League. Kekalahan menyakitkan di kandang sendiri saat menjamu Borneo FC pada pekan ke-28 menjadi alarm keras bagi skuad "Pasukan Ramang". Hasil minor tersebut membuat posisi mereka kini semakin rawan dan kian mendekat ke jurang degradasi yang terus mengintai di akhir musim.

Asisten pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, mengungkapkan bahwa hasil laga melawan Borneo FC tersebut benar-benar jauh dari ekspektasi tim kepelatihan. Kondisi diperparah dengan badai cedera yang menimpa sejumlah pilar penting, sehingga tim tidak bisa tampil dengan kekuatan penuh. "Kami sempat unggul, tetapi kesalahan datang dari kami sendiri hingga akhirnya mereka bisa membalikkan keadaan. Dengan perubahan pemain, saya harap bisa membawa dampak ke pertandingan kita di babak kedua, tetapi pemain pengganti juga tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan," ujar Ahmad Amiruddin mengevaluasi jalannya laga.

Meski strateginya belum membuahkan hasil maksimal, Ahmad Amiruddin menyatakan pasang badan atas hasil buruk yang menimpa timnya. Ia menegaskan bahwa evaluasi dan adaptasi cepat harus segera dilakukan agar performa pemain meningkat di sisa laga musim ini. "Tetapi tidak apa-apa, ini tetap tanggung jawab saya. Saya harus beradaptasi dengan mereka, dan mudah-mudahan pada pertandingan selanjutnya kita bisa bermain lebih baik," lanjutnya sembari memberikan apresiasi atas semangat juang para pemain yang tetap gigih bertarung meski sempat kekurangan jumlah pemain di lapangan.

Kekecewaan mendalam juga dirasakan oleh para penggawa di lapangan. Gelandang bertahan PSM Makassar, Akbar Tanjung, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh pendukung setia Juku Eja atas kegagalan mereka mengamankan poin di markas sendiri. "Saya mewakili rekan-rekan pemain hanya bisa mengucapkan kata maaf untuk pertandingan malam ini, karena hasil yang tidak kita inginkan. Kita sudah berusaha untuk mendapatkan tiga poin hari ini, tapi hasil tidak berpihak pada kita," kata Akbar Tanjung penuh sesal.

Kini, PSM Makassar harus berpacu dengan waktu untuk membenahi efektivitas permainan dan meminimalisir kesalahan individu. Sisa pertandingan musim ini akan menjadi laga hidup-mati bagi Victor Dethan dan kawan-kawan jika tidak ingin terlempar dari kasta tertinggi kompetisi sepak bola tanah air. Fokus utama tim saat ini adalah mengembalikan mentalitas pemenang dan menjauh secepat mungkin dari zona merah sebelum musim berakhir. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
psm makassar