BALIKPAPAN – Persiba Balikpapan kini berada di titik krusial yang akan menentukan nasib mereka di panggung sepak bola nasional. Menjelang laga lanjutan putaran ketiga Liga 2 musim 2025–2026, skuad Beruang Madu bersiap tampil habis-habisan saat menjamu PSS Sleman di Stadion Batakan pada Ahad malam mendatang. Pertandingan yang dijadwalkan memulai sepak mula pada pukul 20.00 Wita ini bukan lagi sekadar laga rutin di kalender kompetisi, melainkan sebuah pertaruhan harga mati demi menjaga asa melangkah ke fase berikutnya.
Pelatih Persiba, Leonard Tupamahu, dengan tegas menginstruksikan anak asuhnya untuk menjadikan status tuan rumah sebagai senjata yang mematikan. Baginya, bermain di hadapan publik sendiri adalah keuntungan besar yang harus dimanfaatkan dengan tampil agresif sejak peluit pertama dibunyikan. Leonard menekankan bahwa energi dari suporter yang memadati tribun harus dikonversi menjadi determinasi tinggi di atas lapangan, seraya mewaspadai kedalaman skuad PSS Sleman yang dikenal cukup berbahaya jika dibiarkan berkembang.
Fokus dan konsistensi selama 90 menit penuh menjadi poin utama yang ditekankan Leonard dalam sesi latihan terakhir di Lapangan Bima Sakti. Ia tidak ingin momentum emas ini hilang hanya karena kelalaian di menit-menit krusial. Kepercayaan diri tim sendiri saat ini sedang berada di puncak setelah performa impresif pada laga tandang sebelumnya. Keberhasilan menyarangkan tiga gol ke gawang lawan menjadi bukti nyata bahwa lini serang Beruang Madu sedang dalam kondisi terbaiknya untuk kembali menggedor pertahanan lawan di kandang sendiri.
Pertarungan melawan tim berjuluk Super Elang Jawa ini diprediksi akan berlangsung sengit mengingat ketatnya persaingan di papan klasemen saat ini. Tambahan tiga poin akan membuka jalan lebar bagi Persiba untuk lolos dari fase penentuan Liga 2 musim ini. Dengan motivasi yang berlipat ganda dan harapan besar yang tertumpu pada pundak para pemain, Persiba bertekad menjadikan Stadion Batakan kembali sebagai benteng pertahanan yang angker bagi lawan sekaligus saksi kebangkitan kejayaan mereka di kasta kedua kompetisi Indonesia. (*)
Editor : Indra Zakaria