Sejak peluit pertama dibunyikan, anak asuh Bojan Hodak langsung mengambil inisiatif serangan dan mengurung pertahanan Singo Edan. Kerja sama apik antara Uilliam Barros dan Andrew Jung pada menit ke-3 hampir saja memecah kebuntuan, namun kesigapan kiper Arema FC masih menjadi tembok tebal bagi tuan rumah. Tak berhenti di situ, kapten tim Marc Klok juga sempat menebar ancaman di menit ke-11, meski sepakannya masih melambung tipis di atas mistar gawang.
Memasuki pertengahan babak pertama, intensitas serangan Persib kian meningkat. Peluang emas kembali hadir melalui tendangan jarak jauh Berguinho pada menit ke-35. Bola liar hasil tepisan kiper jatuh ke kaki Uilliam Barros, namun penyerang asal Brasil tersebut gagal memaksimalkan kesempatan di depan gawang yang sudah terbuka. Hingga turun minum, disiplinnya lini belakang Arema FC membuat skor kacamata tetap bertahan.
Di babak kedua, skenario pertandingan tidak banyak berubah dengan Persib yang memegang kendali aliran bola. Namun, Arema FC yang tampil semakin solid membuat para pemain Persib frustrasi karena kesulitan menembus sepertiga akhir pertahanan lawan. Ketegangan memuncak di masa injury time, tepatnya pada menit ke-90+6, saat Julio Cesar melepaskan sundulan mematikan. Sayangnya, penyelamatan gemilang kiper tim tamu kembali menggagalkan pesta kemenangan Bobotoh di pengujung laga.
Tambahan satu poin ini membuat Persib kini mengantongi 66 poin, hanya unggul tiga angka dari Borneo FC. Hasil seri ini menjadi sinyal waspada bagi Maung Bandung, karena Borneo FC berpeluang menyamakan poin jika berhasil memenangi laga mereka. Dengan kompetisi yang menyisakan jadwal padat, kegagalan mendulang poin penuh di kandang sendiri menjadi kerugian besar bagi Persib dalam perburuan gelar juara musim ini. (*)
Editor : Indra Zakaria