PROKAL.CO- Persaingan memperebutkan gelar juara Super League musim 2025/2026 kini memasuki fase krusial yang mendebarkan. Dengan hanya menyisakan beberapa pekan terakhir, sorotan utama tertuju pada tiga raksasa: Persib Bandung, Borneo FC, dan Persija Jakarta. Pertarungan ini diprediksi akan berlangsung sengit hingga tetes keringat terakhir, mengingat selisih poin yang tipis dan jadwal pertandingan yang menantang bagi masing-masing kandidat.
Persib Bandung, sang juara bertahan yang berambisi mengunci gelar hattrick, saat ini memegang kendali di puncak klasemen dengan 65 poin. Langkah Maung Bandung untuk mengamankan takhta dimulai malam ini saat menjamu Arema FC di hadapan ribuan Bobotoh. Meski diunggulkan, jalan Persib tidak sepenuhnya mulus karena mereka masih harus bertandang ke markas rival abadi, Persija Jakarta, dan PSM Makassar. Jika kalkulasi kemenangan atas tim papan bawah seperti Persijap Jepara dan hasil imbang di laga tandang sulit terwujud, Persib diprediksi mampu mengakhiri musim dengan koleksi 77 poin.
Namun, posisi Persib jauh dari kata aman. Borneo FC yang membayangi di posisi kedua terus mengintai peluang untuk mengudeta puncak klasemen. Pesut Etam memiliki tren positif dan jadwal yang relatif menguntungkan, termasuk laga kandang melawan tim-tim yang pernah mengalahkan mereka di putaran pertama seperti Persita Tangerang dan Malut United. Dengan ambisi besar untuk meraih gelar perdana, Borneo FC diperkirakan akan memberikan tekanan hebat hingga pekan ke-34 dengan potensi raihan akhir sebanyak 74 poin.
Di sisi lain, Persija Jakarta tetap menjaga asa meski berada di posisi ketiga dengan 59 poin dan jumlah sisa laga yang lebih sedikit. Macan Kemayoran yang kini tampil lebih padu di bawah asuhan Mauricio Souza, bertekad menyapu bersih sisa laga, termasuk misi balas dendam melawan Persib Bandung pada 10 Mei mendatang. Kemenangan dalam laga el clasico Indonesia tersebut bisa menjadi kunci pengubah peta persaingan, walaupun secara matematis raihan poin maksimal mereka diprediksi tertahan di angka 72 poin.
Sengitnya persaingan musim ini membuktikan bahwa kualitas kasta tertinggi sepak bola Indonesia semakin kompetitif dan tidak mudah didominasi oleh satu tim saja. Berbeda dengan liga di negara tetangga seperti Malaysia atau Thailand yang seringkali sudah mengunci juara jauh sebelum musim berakhir, Super League Indonesia menawarkan drama yang konsisten hingga akhir. Siapa pun yang nantinya mengangkat trofi pada akhir Mei mendatang, mereka adalah tim yang paling mampu menjaga konsistensi di tengah tekanan partai-partai "final" di setiap pekannya. (*)
Editor : Indra Zakaria