PROKAL CO- Teka-teki mengenai lokasi pertandingan Big Match antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 mulai menemui titik terang, meski membawa kabar yang kurang sedap bagi para pendukung Macan Kemayoran. Laga dengan tensi tinggi yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026 tersebut kini berpotensi besar harus menyeberang ke luar Pulau Jawa, tepatnya menuju Stadion Segiri di Samarinda.
Ketidakpastian ini muncul setelah upaya manajemen Persija untuk menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno maupun Jakarta International Stadium membentur tembok tebal. Masalah perizinan dari pihak kepolisian dan pengelola stadion menjadi kendala utama yang belum terpecahkan hingga saat ini, sehingga memaksa manajemen mencari alternatif hingga ke Kalimantan Timur.
Kabar mengenai perpindahan venue ini dikonfirmasi langsung oleh Ahmad Herman Almuflih selaku Safety and Security Officer Borneo FC yang mengakui adanya komunikasi lisan dari pihak Jakarta. Herman menjelaskan bahwa saat ini statusnya masih dalam tahap penjajakan, di mana pihak Panpel Persija akan mengurus seluruh perizinan secara mandiri sementara Borneo FC hanya bersifat menyediakan fasilitas dan sumber daya stadion.
Jika laga klasik ini benar-benar digeser ke Samarinda, hal tersebut akan memperpanjang catatan kelam Persija yang seolah kesulitan menjamu rival abadinya di rumah sendiri. Terakhir kali Macan Kemayoran bisa menjamu Maung Bandung di Jakarta adalah pada tahun 2019 silam di SUGBK. Setelah itu, masalah keamanan selalu menjadi alasan klasik yang membuat tim Ibu Kota harus terusir dari wilayah Jakarta maupun sekitarnya.
Menilik kekuatan kedua tim, duel ini dipastikan tetap sengit meski harus digelar di tempat netral. Persija Jakarta mengandalkan ketangguhan Carlos Eduardo di bawah mistar serta duet kokoh Rizky Ridho dan Paulo Ricardo yang baru kebobolan satu gol dalam lima laga terakhir. Di lini serang, trio Brasil yang dimotori Maxwell Souza siap menebar ancaman lewat koleksi 15 golnya musim ini.
Namun, Persib Bandung datang dengan modal yang tak kalah mentereng. Kiper Teja Paku Alam sedang dalam performa puncak setelah memecahkan rekor liga dengan 17 clean sheets. Belum lagi kehadiran Thom Haye dan Marc Klok di lini tengah yang diprediksi akan mendominasi aliran bola untuk memanjakan penyerang seperti Andrew Jung atau Beckham Putra yang kerap menjadi momok bagi pertahanan Persija.
Secara teknis, bermain di Samarinda tentu menjadi kerugian besar bagi Persija karena kehilangan atmosfer dukungan penuh dari The Jakmania secara langsung. Di sisi lain, Persib Bandung yang sedang dalam tren positif diprediksi akan tampil lebih lepas. Kini publik sepak bola nasional hanya bisa menunggu apakah Macan Kemayoran mampu menjinakkan lawan di "kandang pinjaman", atau justru Pangeran Biru yang kembali berpesta seperti pada pertemuan pertama mereka. (*)
Editor : Indra Zakaria