PROKAL.CO- Gelombang pesimisme kini tengah membayangi para pendukung Borneo FC Samarinda dalam perburuan takhta juara kompetisi Super League musim ini. Hasil imbang yang diraih Pesut Etam saat bertandang ke markas Persijap Jepara pada pekan ke-33 menjadi pemicunya, karena membuat jarak poin dengan sang rival utama, Persib Bandung, kini melebar menjadi dua angka. Situasi ini kian pelik mengingat pada laga pamungkas yang digelar serentak, Sabtu (23/5/2026), Persib diuntungkan karena tampil di kandang sendiri menjamu Persijap Jepara, sementara Borneo FC harus berjuang mengamankan tiga poin saat menjamu Malut United.
Kendati jalan menuju podium juara terasa sangat terjal, pelatih kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, dengan tegas menolak untuk menyerah sebelum peluit panjang akhir musim dibunyikan. Juru taktik asal Brasil tersebut menekankan bahwa dalam ekosistem sepak bola modern, tidak ada hal yang benar-benar mustahil sebelum kompetisi resmi berakhir. Ia mengakui posisi timnya saat ini memang jauh lebih sulit, namun sisa peluang yang ada akan tetap diperjuangkan habis-habisan karena kerja keras skuadnya sepanjang musim ini belum benar-benar selesai.
Skenario tunggal bagi Borneo FC untuk mengunci gelar juara kini memang menuntut keajaiban dan konsistensi tinggi. Mariano Peralta dan kawan-kawan wajib memetik kemenangan mutlak atas Malut United, sembari berharap ada keajaiban di Bandung berupa kekalahan Persib dari Persijap. Lefundes secara terbuka menaruh harapan besar agar Persijap mampu mempertahankan performa apik mereka seperti saat menahan imbang Borneo FC, sehingga bisa memberikan perlawanan sengit dan menjegal langkah armada Maung Bandung.
Ironi memang sempat dirasakan Lefundes karena timnya justru terpeleset di Jepara saat mereka sangat membutuhkan momentum untuk menyalip. Namun, alih-alih meratapi nasib atau bergantung penuh pada hasil tim lain, fokus utama sang pelatih kini adalah memastikan anak asuhnya tampil menggila di laga penutup. Bagi Lefundes, menumbangkan Malut United adalah tugas suci yang wajib dituntaskan di hadapan pendukung sendiri, sembari menjaga asa dan percaya bahwa mukjizat di pekan terakhir kompetisi itu nyata adanya. (*)
Editor : Indra Zakaria