BALIKPAPAN — Stamina yang kerap kedodoran menjelang akhir pertandingan menjadi lampu kuning bagi skuad Persiba Balikpapan jelang laga kontra De Red FC pada lanjutan Liga 2 di Stadion Surajaya Lamongan, Jumat (25/9/2026).
Merespons kelemahan krusial tersebut, Pelatih Persiba, Sudirman, menerapkan strategi latihan hibrida demi memastikan skuad Beruang Madu mampu mempertahankan intensitas permainan agresif dan menyerang secara konsisten selama 90 menit penuh tanpa kehabisan bensin.
Singkatnya jeda antarlaga membuat jajaran pelatih tidak leluasa menguras tenaga pemain dengan porsi latihan fisik murni. Sebagai jalan keluar, Sudirman meramu program latihan efisien yang meleburkan pematangan taktik dengan pemulihan kebugaran secara bersamaan.
"Dengan waktu yang pendek, kita tidak mungkin melatih fokus hanya pada satu sesi untuk fisik saja. Jadi kita selalu mem-mix latihan-latihan itu, bermain di pertandingan itu juga sebenarnya bagian dari latihan fisik," beber Sudirman dalam sesi pre-match conference pada Kamis (24/9/2026).
Pembenahan sektor fisik ini berhubungan langsung dengan ambisi taktik Persiba untuk mendikte tempo permainan lawan. Sudirman menggarisbawahi bahwa penyakit lemas di paruh kedua pertandingan tidak boleh terulang jika tim ingin memaksimalkan laga kandang kedua ini.
"Mudah-mudahan di pertandingan ketiga ini kondisi fisik yang kemarin agak kedodoran bisa diatasi. Sehingga kami bisa terus bermain offensive dari awal sampai akhir demi meraih poin maksimal," tegasnya.
Meski dihadapkan pada evaluasi fisik yang ketat, Sudirman memastikan mental bertanding anak asuhnya tetap membara dan tidak terbebani oleh hasil laga sebelumnya.
"Secara mental, anak-anak dan pemain saya tetap termotivasi penuh untuk bisa menciptakan gol dan meraih kemenangan," tutup Sudirman meyakinkan kesiapan skuadnya menghadapi perlawanan alot De Red FC. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co