Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

PSSI Tegaskan Patrick Kluivert Bersih dari Kasus Judi dan Hutang Rp 16 Miliar

Indra Zakaria • Kamis, 9 Januari 2025 - 05:15 WIB
Patrick Kluivert resmi diumumkan sebagai pelatih baru Timnas Indonesia, membawa harapan baru bagi sepak bola Tanah Air. (Instagram PSSI)
Patrick Kluivert resmi diumumkan sebagai pelatih baru Timnas Indonesia, membawa harapan baru bagi sepak bola Tanah Air. (Instagram PSSI)

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menjadi sorotan publik setelah kabar tentang keterlibatannya dalam kasus hutang judi online mencuat. Mantan pemain AC Milan dan legenda sepak bola Belanda itu dikabarkan memiliki hutang hingga Rp 16 miliar.

Nama Kluivert menjadi perbincangan panas di jagat maya karena keterlibatannya dalam kasus judi online pada masa lalu. Media Belanda, De Volkskrant, pernah melaporkan Kluivert memiliki hutang besar kepada kelompok kriminal akibat aktivitas judi.

Menurut laporan tersebut, hutang tersebut terjadi antara tahun 2011 dan 2012, saat Kluivert masih menjadi pelatih tim cadangan FC Twente. Kala itu, berjudi pada pertandingan klub sendiri tidak dianggap ilegal di Belanda.

Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, memberikan klarifikasi terkait kabar tersebut. Ia menegaskan Patrick Kluivert tidak pernah terlibat dalam pengaturan skor ataupun kasus judi yang melanggar hukum.

“Susah juga ya kami ngomongnya, yang pasti kalau dia terlibat match fixing atau judi, pasti orangnya di blacklist di Eropa,” ujar Arya Sinulingga. Ia juga memastikan PSSI sudah memeriksa latar belakang setiap kandidat pelatih sebelum mengambil keputusan.

PSSI sebelumnya telah mempersiapkan tiga nama kandidat untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia. Namun, dari ketiga kandidat tersebut, hanya Patrick Kluivert yang hadir dalam wawancara langsung dengan Erick Thohir.

Meski begitu, isu tentang masa lalu Kluivert tetap menjadi perdebatan. De Volkskrant juga melaporkan Kluivert pernah menjadi korban pemerasan oleh kelompok kriminal akibat hutang judi tersebut.

Pengacara Kluivert, Gerard Spong, menyatakan kliennya hanya menjadi korban dalam kasus tersebut. Ia menegaskan investigasi saat itu tidak menyasar Kluivert melainkan geng kriminal yang terlibat.

Namun, ada fakta lain yang membuat publik kembali mempertanyakan reputasi Kluivert. Ternyata, wajah Kluivert sempat terpampang sebagai Brand Ambassador situs judi online pada tahun 2022 hingga 2023.

Keterlibatan Kluivert sebagai duta merek situs judi tersebut menuai reaksi beragam dari netizen. Meski begitu, Arya Sinulingga kembali menegaskan PSSI sudah memastikan tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh Kluivert.

“Setahu kami kalau orangnya terlibat skandal apapun itu, pasti sudah di blacklist di Eropa,” ujar Arya. Ia juga menambahkan ketiga kandidat pelatih yang dipertimbangkan PSSI semuanya memiliki rekam jejak bersih.

PSSI menegaskan tidak mungkin menunjuk pelatih yang memiliki catatan buruk atau merugikan timnas Indonesia. Hal ini sesuai dengan komitmen PSSI untuk menjaga kredibilitas sepak bola nasional.

Arya juga memastikan PSSI tidak sembarangan dalam memilih pelatih. Proses seleksi dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk integritas calon pelatih.

Menurutnya, kontroversi ini tidak akan memengaruhi keputusan PSSI untuk mempercayakan Timnas Indonesia kepada Kluivert. Ia optimistis Kluivert dapat membawa perubahan positif bagi sepak bola Indonesia.

Sebagai mantan pemain kelas dunia, Kluivert dinilai memiliki pengalaman dan kualitas yang dibutuhkan. Ia pernah bermain untuk klub-klub besar seperti Ajax Amsterdam, AC Milan, dan FC Barcelona.

Kluivert juga memiliki rekam jejak sebagai pelatih yang cukup mumpuni. Sebelum ini, ia pernah menjabat sebagai Direktur Akademi FC Barcelona dan menjadi asisten pelatih Timnas Belanda.

PSSI berharap Kluivert dapat membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi. Dukungan dari publik diharapkan tetap diberikan meski ada kontroversi yang menyertai.

Arya Sinulingga menegaskan isu yang beredar tidak berdasar dan hanya spekulasi semata. Ia mengajak semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada Kluivert untuk membuktikan kemampuannya. 

“Jadi ini dia tidak di blacklist di Eropa,” tutup Arya. Hal ini sekaligus menjadi penegasan PSSI sudah mempertimbangkan segala risiko sebelum menunjuk Kluivert.  “Tiga nama yang kami ambil itu tidak di blacklist di Eropa,” imbuhnya. Kontroversi tentang Patrick Kluivert diharapkan tidak mengganggu fokus PSSI dalam mempersiapkan Timnas Indonesia. Tantangan besar sudah menanti di depan mata, termasuk ajang internasional yang akan diikuti oleh timnas.

Publik kini menanti penampilan perdana Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia. Apakah ia mampu membawa perubahan yang diharapkan? Waktu yang akan menjawab.

Sementara itu, PSSI terus mempersiapkan acara perkenalan resmi Patrick Kluivert. Agenda ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap langkah PSSI. Dukungan kepada PSSI dan Kluivert menjadi kunci untuk mewujudkan prestasi baru bagi sepak bola Indonesia. Mari kita tunggu kiprah Patrick Kluivert bersama Timnas Garuda. (*)

 

 

Editor : Indra Zakaria
#patrick kluivert