SOROTAN kepada pemain muda Brasil mengalahkan Inggris (25/3) bukan sekadar tertuju pada Endrick. Melainkan juga keberadaan penjaga gawang Bento yang melakoni caps debutnya pada laga yang dimainkan di Wembley Stadium, London, itu.
Kiper 24 tahun itu tampil cukup impresif dengan sukses menjaga gawangnya tetap nirbobol selama 90 menit. Padahal, The Three Lions mendominasi 54 persen penguasaan bola dan setidaknya melepaskan tiga tembakan tepat sasaran. Selain itu, kiper Athletico Paranaense tersebut juga mencatatkan tiga penyelamatan.
Kiper bernama lengkap Bento Matheus Krepski itu bisa melakoni debutnya bersama tim samba lantaran "kecelakaan". Sebab, dua kiper utama sedang cedera. Yakni Alisson Becker yang cedera hamstring dan Ederson Moraes cedera otot.
"Ini (debut Brasil dan mengalahkan Inggris, Red) membuatku kehabisan kata-kata," bunyi caption Bento di Instagram-nya. Meski masih hijau, pelatih Brazil Dorival Junior cukup yakin bahwa Bento bisa menggantikan Alisson dan Ederson. Terutama di turnamen mayor Copa America Juni mendatang dan Piala Dunia dua tahun lagi.
Sebab, meski memiliki sederet kiper hebat yang menghabiskan mayoritas kariernya di Eropa, Brasil justru terkenal sukses ketika diperkuat kiper yang "jago kandang" seperti Bento. Sebut saja Claudio Taffarel dan Marcos.
Taffarel juara Piala Dunia 1994 dan runner-up 1998. Di Copa America, dia dua kali juara (1989 dan 1997) dan dua kali runner-up (1991 dan 1995). Kariernya lebih banyak dihabiskan di domestik bersama Internacional dan Aletico Miniero. Untuk Marcos, dia juara Piala Dunia 2002, Copa America 1999, dan Piala Konfederasi 2005. Hebatnya, diamenghabiskan seluruh kariernya bersama Palmeiras. (io/ady)
Editor : Indra Zakaria