Siapa Gantikan Rafael Struick atau Ramadhan Sananta di Semifinal Piala Asia U-23?
Moch. Rizky Pratama Putra• 2024-04-27 19:46:24
BISA JADI OPSI: Kemampuan Justin Hubner yang cukup baik ketika menyerang bisa jadi opsi menarik untuk jadi striker dadakan untuk menambal absennya Rafael Struick kontra Uzbekistan. (PSSI)
Keberadaan pemain muda berbakat di dunia sepak bola selalu menjadi sorotan utama, terutama ketika mereka menunjukkan potensi yang luar biasa di lapangan. Salah satunya adalah Justin Hubner, nama yang mulai mencuri perhatian dalam dunia sepak bola Indonesia. Meskipun berposisi sebagai bek, Hubner memiliki latar belakang yang menarik, pernah meniti karier sebagai striker sebelum akhirnya menetap sebagai pemain bertahan.
Justin Hubner, yang baru berusia 20 tahun, telah menjadi bagian penting dari lini pertahanan Timnas Indonesia. Dalam tujuh penampilannya bersama tim senior, dia selalu menjadi starter dan bermain penuh selama 90 menit. Mulai dari pertandingan melawan Libya hingga laga-laga penting di Piala Asia 2023 dan kualifikasi Piala Dunia 2026, Hubner menunjukkan konsistensi dan dedikasi yang tinggi.
Meskipun perannya utama sebagai bek, Hubner memiliki kemampuan mencetak gol yang patut diperhitungkan. Dalam 84 pertandingan bersama klub FC Den Bosch U-21 dan Wolverhampton Wanderers U-18 dan U-21, dia telah membukukan 7 gol. Namun, dalam penampilannya bersama Timnas Indonesia, dia belum mencatatkan gol, sesuai dengan peran utamanya sebagai pemain bertahan.
Kelebihan Hubner tidak hanya terletak pada kemampuannya dalam bertahan, tetapi juga pada fleksibilitasnya dalam bermain. Meskipun dikenal sebagai bek tengah atau tengah-kiri, dia juga mampu berperan sebagai gelandang bertahan jika diperlukan. Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah bagi Timnas Indonesia, terutama dalam situasi-situasi krusial di lapangan.
Yang menarik adalah latar belakang Hubner sebagai seorang striker di masa lalu. Sebelum memutuskan untuk fokus sebagai pemain bertahan, Hubner mengaku pernah menjadi striker. Dalam wawancara di kanal Youtube Yussa Nugraha, Hubner menyebut bahwa dia selalu bermain sebagai striker sejak dulu. Meskipun demikian, dia menyadari bahwa perannya lebih cocok sebagai pemain bertahan.
"Aku pikir semua pemain pernah bermain di posisi depan, seperti striker. Dulu selalu striker," ungkap Hubner dikutip dari kanal Youtube Yussa Nugraha.
Namun, Hubner tidak menutup kemungkinan untuk kembali bermain sebagai striker jika situasi membutuhkan. Dia mengungkapkan bahwa dalam situasi tertentu, dia bisa merangsek ke depan untuk mencetak gol jika dibutuhkan. Kemampuan ini tentu menjadi aset berharga bagi Timnas Indonesia, terutama jika mereka membutuhkan sumber gol tambahan.
"Iya, bisa jadi jika misalnya kita tertinggal, mereka bisa bilang ke aku untuk ikut ke depan," tandas Hubner.
Keterlibatan Hubner dalam Piala Asia U-23 bersama Timnas Indonesia U-23 juga patut diperhitungkan. Dengan dedikasi tingginya, dia berhasil membantu Garuda Muda mencapai babak semifinal kontra Uzbekistan. Dalam pertandingan ini, absennya Rafael Struick karena akumulasi kartu kuning memberikan peluang bagi Hubner untuk menunjukkan kemampuannya, bahkan sebagai opsi striker ‘darurat’.
Dengan kemampuan naluri gol yang dimilikinya, Hubner bisa menjadi alternatif yang menarik bagi pelatih Timnas Indonesia. Meskipun belum mencetak gol untuk timnas, keberadaannya di depan bisa menjadi kejutan bagi lawan, terutama mengingat pengalamannya sebagai striker di masa lalu.
Justin Hubner adalah contoh nyata dari pemain muda yang memiliki potensi besar dan fleksibilitas dalam permainan. Meskipun dikenal sebagai bek tangguh, dia juga memiliki pengalaman sebagai striker di masa lalu. Keterlibatannya dalam Piala Asia U-23 memberikan kesempatan bagi Hubner untuk menunjukkan kemampuannya, bahkan di posisi yang tidak biasa baginya.
Dengan potensi yang dimilikinya, Hubner bisa menjadi aset berharga bagi Timnas Indonesia, terutama dalam situasi-situasi krusial di lapangan. Apakah dia akan digunakan sebagai pengganti Rafael Struick atau Ramadhan Sananta di semifinal Piala Asia U-23? Hanya waktu yang akan menjawabnya. Yang pasti, keberadaannya akan menjadi tambahan yang berarti bagi Garuda Muda dalam mencapai sukses di turnamen ini. (*)