Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Beda Nasib Dua Veteran Jerman di Final Liga Champions

Indra Zakaria • Minggu, 2 Juni 2024 - 15:33 WIB
RESPECT: Toni Kroos (kanan) berpelukan dengan Marco Reus setelah Real Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Borussia Dortmund di final Liga Champions di Wembley, Minggu (2/6) dini hari WIB.
RESPECT: Toni Kroos (kanan) berpelukan dengan Marco Reus setelah Real Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Borussia Dortmund di final Liga Champions di Wembley, Minggu (2/6) dini hari WIB.

Prokal.co - Kemenangan Real Madrid atas Borussia Dortmund dengan skor 2-0 membuat nasib berbeda dua veteran Jerman, Toni Kroos dan Marco Reus. 

Di laga krusial yang digelar di Stadion Wembley, Minggu (2/6) dini hari WIB, Los Blancos berhasil merengkuh gelar ke-15 Liga Champions berkat gol Dani Carvajal dan Vinicius Junior pada babak kedua.

Keberhasilan itu membuat seluruh pemain Madrid, termasuk Kroos begitu emosional ketika wasit asal Slovenia Slavko Vincic meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Kroos begitu semringah, berpelukan dengan sesama pemain Madrid. 

Fakta itu bisa dimaklumi karena keberhasilan itu menjadi gelar kelimanya di Liga Champions. Dia meraihnya musim 2015–16, 2016–17, 2017–18, 2021–22, dan 2023–24. Selain itu, keberhasilan ini menjadi kado perpisahan yang manis bersama Madrid.

Gelandang berusia 34 tahun itu dikabarkan akan meninggalkan Santiago Bernabeu di akhir musim ini. Dia bahkan menyatakan pensiun setelah Euro 2024.

Beda halnya dengan Reus. Kekalahan ini menjadi kegagalan keduanya di final Liga Champions. Dia sebelumnya mengalami kekalahan bersama Dortmund saat ditaklukkan Bayern Muenchen, 1-2, musim 2012-13. Uniknya, dia kalah dari Kroos yang masih membela Bayern sebelum hijrah ke Madrid pada 2014.

Gelandang berusia 35 tahun itu pun tak dapat berbuat banyak ketika masuk menggantikan peran Karim Adeyemi pada menit ke-72. Imbasnya, tak ada peninggalan manis yang dapat dikenang ketika Reus memutuskan meninggalkan Signal Iduna Park musim ini.

Walau begitu, dua veteran ini layak mendapatkan apresiasi. Mereka telah memberikan warna sepak bola dunia. Dan, mereka layak mendapatkan respect atas kerja keras di lapangan selama ini. (*)

Editor : Indra Zakaria