Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Lawan Jepang, Indonesia Tetap Punya Peluang

Indra Zakaria • 2024-11-14 15:36:33
Timnas Indonesia menyerah dengan skor 2-1 dari Tiongkok dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. (Dok: PSSI)
Timnas Indonesia menyerah dengan skor 2-1 dari Tiongkok dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. (Dok: PSSI)

Timnas Indonesia bersiap menghadapi laga penting melawan Jepang dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Duel yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta pada Jumat (15/11) malam menjadi ujian berat bagi skuad Garuda.

Di Grup C, Indonesia saat ini berada di peringkat kelima. Sementara Jepang kukuh di posisi puncak klasemen. Ketimpangan posisi ini menggambarkan situasi berbeda yang dialami kedua tim jelang laga penting tersebut.

Skuad Jepang datang dengan kekuatan mumpuni dan kedalaman pemain yang jauh lebih kuat dibandingkan Indonesia. Pasukan Samurai Biru memiliki total market value mencapai 289,3 juta euro atau setara Rp4,8 triliun, sementara nilai skuad Indonesia hanya 27,48 juta euro atau sekitar Rp46,8 miliar.

Perbedaan kelas pemain juga tercermin dalam ranking FIFA masing-masing tim. Jepang berada di posisi ke-15 dunia sebagai tim Asia terbaik, sedangkan Indonesia terpaut jauh di peringkat ke-130 dunia. 

Namun, di balik kesenjangan tersebut, ada secercah harapan bagi Timnas Indonesia untuk setidaknya memperjuangkan hasil terbaik melawan Jepang. Pelatih Shin Tae-yong dan skuad Garuda tentu menyadari dukungan penuh suporter di SUGBK dapat menjadi kekuatan tambahan yang signifikan.

 

Dalam sejarah, Indonesia dan Jepang telah bertemu sebanyak 16 kali, yang dimulai pada 1954. Dari pertemuan-pertemuan tersebut, Indonesia mengoleksi lima kemenangan, dua kali hasil imbang, dan sembilan kekalahan melawan Jepang.

Momen bersejarah dalam pertemuan kedua negara terjadi pada 1958 di Turnamen Merdeka, di mana Indonesia menang telak 7-0 atas Jepang. Sementara itu, kekalahan terbesar Indonesia dari Jepang terjadi pada 1976 ketika Samurai Biru membantai Timnas dengan skor 6-0.

Dengan perbedaan kualitas pemain yang signifikan saat ini, peluang Timnas Indonesia untuk meraih kemenangan tentu lebih kecil. Meski demikian, tim asuhan Shin Tae-yong tidak sepenuhnya tanpa peluang untuk mencuri poin di laga ini.

Salah satu mantan pemain Timnas Indonesia menyebut kehadiran pemain naturalisasi Grade A bisa menjadi salah satu faktor kunci bagi Garuda. Dengan tambahan pemain naturalisasi berkualitas, peluang untuk mencuri poin dari Jepang menjadi sedikit lebih realistis.

Analis sepak bola Justinus Lhaksana, atau yang akrab disapa Coach Justin, juga mengungkapkan prediksi peluang kemenangan Indonesia dalam laga ini. Menurutnya, secara matematis, Indonesia memiliki peluang sekitar 40 persen untuk menang, meski diakui Jepang berada satu level di atas.

"(Peluang Timnas Indonesia menang) 40 persen, karena memang Jepang lebih berkelas," kata Coach Justin, dilihat dari channel YouTube Nalar TV Indonesia, Rabu (6/11).

Coach Justin menyatakan, bermain di kandang sendiri memang memberi Indonesia semangat tambahan untuk melawan, namun untuk meraih kemenangan tetaplah tantangan berat. Menurutnya, bahkan untuk sekadar mencatat hasil imbang, Garuda butuh usaha keras dan sedikit keberuntungan.

"Kita bisa melawan, tapi kalau curi poin susah," ucapnya.  Ia mengungkapkan Jepang adalah tim yang sangat terorganisir dan sulit ditaklukkan, namun hasil imbang melawan Australia menjadi tanda Jepang bukan tanpa celah. Indonesia perlu memanfaatkan setiap peluang yang ada, termasuk serangan balik cepat untuk mencuri satu poin.

"Gue selalu bilang, Jepang ini calculated loss, semua dihantam. Kecuali kemarin (lawan) Australia seri. Kita berharap miracle (keajaiban) seperti itu, bisa curi satu poin," tutur Coach Justin.

Menurut Coach Justin, hasil imbang sudah merupakan prestasi tersendiri bagi Timnas Indonesia, terlebih jika mereka mampu bertahan dengan baik di bawah tekanan Jepang. Dengan taktik yang tepat dan ketenangan dalam bertahan, peluang Timnas Indonesia mencetak kejutan terbuka lebar.

"Tahan imbang sudah bagus, apalagi kalau kita bisa menang," sambungnya lagi.

Coach Justin juga mengakui kemenangan atas Jepang adalah misi sulit, tetapi bukan hal yang mustahil. Jika Garuda bermain dengan disiplin tinggi dan memaksimalkan dukungan suporter, keajaiban bisa saja terjadi di SUGBK.

Taktik bertahan dengan skema serangan balik cepat dianggap sebagai strategi terbaik bagi Indonesia dalam menghadapi Jepang. Dengan kekuatan lini tengah dan kecepatan di sayap, Garuda dapat mencoba mencari celah di lini belakang Jepang yang kuat namun tidak sempurna.

Dukungan suporter menjadi elemen penting yang harus dimaksimalkan oleh Timnas Indonesia. Atmosfer pertandingan yang panas di SUGBK dapat menjadi senjata tambahan untuk mengintimidasi lawan dan membakar semangat para pemain Garuda.

Jika Timnas Indonesia mampu mempertahankan konsentrasi sepanjang pertandingan, hasil positif mungkin dapat diraih. Disiplin dalam bertahan dan tidak membiarkan Jepang mengendalikan permainan terlalu lama adalah kunci untuk meminimalkan ancaman.

Baca Juga: Momen Manis Timnas Indonesia Mengajari Jepang Main Sepak Bola: Garuda Bantai 7-0 Tanpa Ampun

Pelatih Shin Tae-yong diharapkan menyiapkan taktik yang fleksibel untuk mengantisipasi perubahan strategi yang mungkin dilakukan Jepang. Kecerdikan dan kecepatan dalam membaca situasi akan menjadi penentu dalam laga ini.

Menghadapi tim sekelas Jepang memang tidak mudah, namun Timnas Indonesia harus mampu bermain dengan keberanian dan tidak gentar menghadapi tekanan. Keyakinan dan semangat juang menjadi modal penting yang dapat menjadi pembeda di laga ini.

Jika Timnas Indonesia berhasil menahan Jepang atau bahkan memetik kemenangan, ini akan menjadi catatan bersejarah yang membanggakan. Dukungan penuh dari seluruh masyarakat Indonesia juga diharapkan dapat menjadi tambahan motivasi bagi para pemain.

Perjalanan Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026 masih panjang, dan setiap pertandingan adalah kesempatan untuk terus berkembang. Meski menghadapi lawan berat, Timnas Indonesia harus tetap optimis dan memberikan yang terbaik untuk mengharumkan nama bangsa.(*)

 

 
Editor : Indra Zakaria
#timnas indonesia