Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Selebrasi Emosional Matheus Cunha di Emirates Berujung Ancaman Sanksi FA

Redaksi Prokal • 2026-01-27 06:00:00
Ekspresi Matheus Cunha usai menjabol gawang Arsenal.
Ekspresi Matheus Cunha usai menjabol gawang Arsenal.

PROKAL.CO, LONDON – Kemenangan dramatis Manchester United atas Arsenal di Stadion Emirates menyisakan awan mendung bagi Matheus Cunha. Meski menjadi pahlawan kemenangan Setan Merah dengan skor 3-2, penyerang asal Brasil tersebut kini terancam sanksi larangan bertanding akibat aksi emosionalnya saat merayakan gol penentu.

Cunha, yang masuk sebagai pemain pengganti di bawah arahan Michael Carrick, tampil gemilang dengan mencetak gol krusial melalui tendangan melengkung ke pojok gawang setelah menerima umpan matang dari Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo. Namun, euforia tersebut berubah menjadi kontroversi ketika Cunha berlari ke arah sudut lapangan, menyambar kamera televisi yang sedang menyiarkan laga secara langsung, dan meneriakkan kata-kata yang diduga kasar tepat ke arah lensa.

Insiden ini bahkan memaksa komentator senior Sky Sports, Peter Drury, untuk segera menyampaikan permohonan maaf kepada pemirsa di tengah siaran berlangsung. Hal ini memperkuat dugaan bahwa ucapan Cunha mengandung unsur ofensif yang melanggar standar penyiaran dan etika di lapangan hijau.

Berdasarkan regulasi Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), penggunaan bahasa atau gestur yang menghina dan kasar merupakan pelanggaran serius. FA memiliki kewenangan penuh untuk melakukan peninjauan retrospektif berdasarkan rekaman video. Jika terbukti bersalah, Cunha berisiko dijatuhi hukuman larangan bermain, mengikuti jejak sejarah kelam Wayne Rooney pada tahun 2011.

Kala itu, Rooney dijatuhi sanksi dua pertandingan setelah melakukan tindakan serupa saat melawan West Ham United. Meskipun Rooney sempat melayangkan protes karena merasa diperlakukan tidak adil, FA tetap pada pendiriannya demi menjaga citra olahraga. Kini, Manchester United harus bersiap menghadapi kemungkinan kehilangan striker tajamnya tersebut jika otoritas sepak bola Inggris memutuskan untuk mengambil tindakan tegas atas aksi provokatif di kandang Arsenal tersebut.(*)

 

Editor : Indra Zakaria