Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

FIFA Jatuhkan Sanksi Terhadap Asosiasi Sepak Bola Israel Terkait Pelanggaran Diskriminasi

Redaksi Prokal • 2026-03-20 16:27:06

Ilustrasi FIFA
Ilustrasi FIFA

ZURICH – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi menjatuhkan sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) sebagai tindak lanjut atas aduan yang diajukan oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA). Keputusan ini diambil setelah serangkaian investigasi menyusul laporan Palestina dalam Kongres FIFA ke-74 yang menuding pihak Israel telah melakukan tindakan diskriminasi yang melanggar kode etik federasi.

Berdasarkan putusan Komisi Disiplin FIFA yang dirilis pada Jumat (20/3), Israel dinyatakan terbukti melanggar Pasal 13 mengenai perilaku ofensif dan pelanggaran prinsip fair play, serta Pasal 15 terkait diskriminasi dan pelecehan rasis dalam Aturan Disiplin FIFA (FDC).

Atas pelanggaran tersebut, FIFA menetapkan tiga lapis sanksi yang harus dipatuhi oleh IFA guna memperbaiki citra dan integritas sepak bola di wilayah tersebut.

Sanksi pertama mewajibkan Israel membayar denda sebesar 150.000 franc Swiss. Selain denda materiil, FIFA juga memberikan teguran keras berupa peringatan resmi sebagai sanksi kedua. Sementara itu, sanksi ketiga mewajibkan Israel untuk menjalankan rencana pencegahan diskriminasi secara masif. Salah satu implementasinya adalah keharusan memasang spanduk besar bertuliskan "Football Unites the World – No to Discrimination" di setiap pertandingan kandang tingkat A FIFA, tepat di samping logo asosiasi mereka.

Lebih lanjut, FIFA memberikan tenggat waktu 60 hari bagi Israel untuk menginvestasikan sepertiga dari nilai denda tersebut ke dalam program pencegahan diskriminasi yang komprehensif. Program ini harus mencakup reformasi protokol, sistem pemantauan, serta kampanye edukasi di stadion selama satu musim penuh. Sisa denda lainnya wajib dilunasi dalam waktu 30 hari sejak putusan diumumkan.

Meskipun keputusan ini telah ditetapkan, pihak Israel masih diberikan ruang hukum untuk mengajukan banding kepada Komisi Banding FIFA jika merasa keberatan dengan poin-poin sanksi tersebut. Langkah FIFA ini diharapkan dapat menjadi preseden tegas dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan kesetaraan di dunia olahraga, sekaligus meredam ketegangan politik yang merembet ke lapangan hijau. (*)

Editor : Indra Zakaria