Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Evolusi Calvin Verdonk di Tangan John Herdman: Dari Lini Belakang Jadi Jenderal Lapangan Tengah

Redaksi Prokal • Selasa, 31 Maret 2026 - 15:40 WIB

Calvin Verdonk (antara).
Calvin Verdonk (antara).

JAKARTA – Kekalahan tipis Tim Nasional Indonesia dari Bulgaria pada final FIFA Series 2026, Senin (30/3/2026), menyisakan satu sorotan positif bagi pelatih John Herdman. Pelatih asal Inggris tersebut memberikan pujian setinggi langit kepada Calvin Verdonk yang tampil memukau dalam peran barunya di lini tengah skuad Garuda.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tersebut, Verdonk menunjukkan fleksibilitas luar biasa dengan memerankan dua posisi sekaligus, yakni sebagai gelandang bertahan dan gelandang serang "nomor 10". Transformasi ini menandai pergeseran peran Verdonk yang sebelumnya lebih sering diplot sebagai bek sayap kiri atau bek tengah pada era kepelatihan sebelumnya.

"Penampilannya malam ini luar biasa. Dia pemain yang komplet. Ia punya kecerdasan taktik, kecepatan, stamina, akselerasi, dan visi umpan yang baik," ujar Herdman dalam jumpa pers usai pertandingan.

Calvin Verdonk
Calvin Verdonk

Herdman menilai kualitas Verdonk sangat krusial bagi masa depan Timnas Indonesia. Ia memberikan sinyal kuat bahwa pemain yang kini membela klub Prancis, Lille, tersebut akan terus diandalkan untuk mengontrol tempo permainan dari sektor tengah. Kehadiran Verdonk dianggap mampu memberikan dimensi baru dalam skema ofensif maupun defensif Garuda.

"Saya pikir Calvin akan menjadi bagian besar dari masa depan tim ini dalam mengontrol tempo di lini tengah. Saya bangga padanya, dia bermain di level tertinggi malam ini dan pantas mendapatkan hasil yang lebih baik," tambah Herdman.

Calvin Verdonk bercanda dengan anak gawang.
Calvin Verdonk bercanda dengan anak gawang.

Di sisi lain, Calvin Verdonk menanggapi perubahan perannya dengan sikap profesional. Pemain yang telah mengoleksi 14 caps untuk Indonesia ini menegaskan kesiapannya untuk ditempatkan di posisi mana pun sesuai kebutuhan strategi pelatih.

"Saya bermain di posisi mana pun pelatih menempatkan saya. Entah itu gelandang, bek sayap, atau bek tengah. Hari ini bahkan menjadi nomor 10. Saya akan selalu memberikan yang terbaik di posisi yang diinginkan pelatih, itu tidak masalah bagi saya," kata Verdonk saat ditemui di mixed zone SUGBK.

Kematangan bermain Verdonk di level internasional tidak lepas dari jam terbangnya di kompetisi Eropa. Musim ini, ia telah mencatatkan 21 penampilan bersama Lille, termasuk kontribusinya di Liga Prancis dan Liga Europa. Performa konsistennya membantu Lille bersaing di papan atas klasemen domestik serta melangkah hingga babak 16 besar kompetisi kasta kedua Eropa tersebut.(*)

Editor : Indra Zakaria