PROKAL.CO– Mantan bintang Serie A, Radja Nainggolan, baru-baru ini melontarkan pernyataan emosional yang mengejutkan jagat sepak bola internasional. Pemain yang pernah menjadi pilar penting di lini tengah AS Roma dan Inter Milan ini mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap perlakuan yang ia terima selama membela tim nasional Belgia. Dalam sebuah wawancara jujur, Nainggolan mengakui bahwa jika ia bisa memutar waktu, ia akan mengambil keputusan yang berbeda terkait karier internasionalnya.
Pemain berjuluk Il Ninja ini merasa pengorbanan besar yang ia berikan untuk tim berjuluk Setan Merah tersebut berakhir dengan kekecewaan yang sulit untuk ia terima. Nainggolan memang memiliki hubungan yang pasang surut dengan tim nasional Belgia, terutama saat ia secara mengejutkan dicoret dari skuad Piala Dunia 2018 oleh pelatih Roberto Martinez, sebuah keputusan yang hingga kini masih menyisakan luka mendalam baginya.
"Saya sangat kesulitan menerima keputusan itu. Saya banyak berkorban untuk bermain bagi Setan Merah. Jika saya tahu bagaimana akhirnya, saya akan memilih Indonesia lebih awal," ungkap Nainggolan sebagaimana dikutip dari media Belgia, Voetbal Primeur.
Pernyataan ini seolah menjadi pengakuan tulus atas ikatan darah yang ia miliki dengan Indonesia. Sejak merumput di tanah air selama enam bulan terakhir, Nainggolan merasakan atmosfer yang sangat berbeda. Ia mengaku mendapatkan kehangatan dan penghargaan yang tidak pernah ia rasakan sepenuhnya saat berada di Eropa, khususnya di Belgia.
Baginya, apresiasi yang diberikan oleh masyarakat dan pecinta sepak bola di Indonesia berada pada level yang sangat istimewa. Rasa hormat yang ia terima di sana tidak hanya berkaitan dengan performanya di atas lapangan, tetapi juga sebagai figur yang dihormati secara personal. Hal inilah yang membuatnya merasa bahwa keputusan untuk lebih awal membela Merah Putih mungkin akan memberinya kebahagiaan karier yang lebih utuh.
Kehadiran Nainggolan di kompetisi sepak bola Indonesia memang telah membawa warna baru, namun ungkapan hatinya kali ini memberikan perspektif baru bagi para pemain diaspora lainnya. Ia membuktikan bahwa terkadang, rasa hormat dan apresiasi jauh lebih berharga daripada sekadar prestasi di panggung besar namun tanpa pengakuan yang tulus. Kini, Nainggolan tampaknya telah menemukan "rumah" yang benar-benar menghargai dedikasi dan bakat besarnya. (*)
Editor : Indra Zakaria