PARIS – Bek sayap Liverpool, Jeremie Frimpong, mengakui betapa sulitnya meredam agresivitas lini depan Paris Saint-Germain (PSG) usai timnya takluk 2-0 di Parc des Princes pada leg pertama perempat final Liga Champions. Pemain asal Belanda ini secara terbuka memuji kecepatan luar biasa yang ditunjukkan oleh duo penyerang PSG, Khvicha Kvaratskhelia dan Desire Doué.
Frimpong, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemain tercepat di posisinya, mengaku terkejut dengan intensitas serangan balik yang dibangun oleh skuad asuhan Luis Enrique. Baginya, menghadapi kombinasi Kvara dan Doué adalah ujian fisik paling berat yang pernah ia rasakan sejak berseragam The Reds.
"PSG punya penyerang tercepat yang pernah saya lihat—mereka bisa merangsek melewati tembok. Saya tahu Kvara itu pemain yang licin, tapi saya tidak menyangka dia secepat itu," ujar Frimpong pasca-pertandingan.
Sepanjang laga, sisi kanan pertahanan Liverpool memang terus dieksploitasi oleh tusukan-tusukan tajam para penggawa Les Parisiens. Frimpong yang dipaksa naik-turun sepanjang 90 menit berseloroh mengenai kelelahan fisik yang ia alami.
"Jujur, saya sudah lari banyak sekali hari ini. Saya rasa kaki saya sedang mengajukan pengaduan resmi," guraunya sembari menambahkan, "Ini adalah pertandingan tersulit sejak saya bergabung dengan Liverpool!"
Kekalahan dua gol tanpa balas ini menempatkan Liverpool dalam posisi sulit. Frimpong dan kawan-kawan harus segera memulihkan kondisi fisik mereka sebelum gantian menjamu raksasa Prancis tersebut di Anfield pada tengah pekan depan. Jika ingin melaju ke semifinal, lini belakang Liverpool dituntut bekerja lebih ekstra untuk tidak membiarkan penyerang-penyerang "pelari cepat" PSG kembali mendominasi area pertahanan mereka. (*)
Editor : Indra Zakaria