Simeone menekankan bahwa pencapaian timnya menumbangkan Barcelona sebanyak tiga kali di babak perempat final bukanlah perkara mudah, mengingat transformasi besar yang dialami lawan dari masa ke masa.
"Tidak mudah untuk menyingkirkan Barcelona dari babak perempat final sebanyak tiga kali," ujar Simeone dalam konferensi persnya.
Bagi Simeone, kemenangan-kemenangan tersebut memiliki nilai yang berbeda karena diraih melawan generasi emas yang berbeda pula. Ia memberikan penghormatan kepada evolusi skuad Barcelona, mulai dari era kejayaan megabintang dunia hingga munculnya talenta muda berbakat saat ini.
"Sangat sulit melakukannya terhadap Barcelona era Leo Messi, maupun Barcelona era Lamine Yamal," tambahnya.
Pernyataan ini seolah menegaskan bahwa meski pemain bintang datang dan pergi, Barcelona tetap menjadi kekuatan yang menakutkan. Di sisi lain, hal ini juga membuktikan ketangguhan mentalitas Atletico Madrid di bawah asuhan Simeone yang mampu beradaptasi dengan berbagai gaya permainan lawan selama lebih dari satu dekade.
Kemenangan ini kembali mempertegas posisi Atletico Madrid sebagai salah satu tim yang paling sulit ditaklukkan di fase gugur, sekaligus memberikan pengakuan tinggi terhadap Lamine Yamal sebagai wajah baru masa depan Barcelona yang sejajar dengan nama besar para pendahulunya di mata pelatih lawan. (*)
Editor : Indra Zakaria