PROKAL.CO- Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memberikan respons emosional terkait kabar pemecatan Liam Rosenior dari kursi kepelatihan Chelsea. Meski keduanya merupakan rival di kancah Premier League, Pep tidak ragu memberikan pujian tinggi kepada kolega sejawatnya tersebut yang harus mengakhiri masa baktinya di Stamford Bridge lebih cepat dari perkiraan.
Guardiola menyatakan keprihatinan mendalam atas nasib yang menimpa Rosenior, mengingat dedikasi dan kualitas kepelatihan yang ditunjukkan mantan pelatih Hull City tersebut selama menahkodai The Blues.
"Saya sangat menyesal mendengarnya. Saya sangat yakin bahwa dia adalah manajer yang memang pantas berada di level tersebut (Premier League)," ujar Guardiola saat menanggapi kabar pemecatan tersebut.
Bagi Pep, pemecatan manajer di tengah musim merupakan sisi kelam dari dunia sepak bola modern yang menuntut hasil instan. Insiden yang menimpa Rosenior ini pun memicu refleksi pribadi bagi pelatih asal Spanyol tersebut mengenai stabilitas kariernya sendiri di Etihad Stadium. Pep merasa dukungan manajemen klub menjadi kunci utama mengapa ia bisa bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama bersama Manchester City.
"Setiap kali hal seperti ini terjadi, saya selalu berpikir tentang betapa beruntungnya saya bisa berada di klub tempat saya berada sekarang," tambah Pep.
Pernyataan ini seolah menyindir kebijakan Chelsea yang selama beberapa musim terakhir dikenal sangat reaktif dalam mengganti nahkoda tim jika performa klub sedikit menurun. Guardiola menekankan bahwa kesuksesan seorang manajer tidak hanya bergantung pada taktik di lapangan, tetapi juga keberuntungan dalam mendapatkan lingkungan kerja yang sabar dan suportif. Kepergian Rosenior pun menambah panjang daftar manajer yang menjadi korban ketatnya persaingan di kasta tertinggi sepak bola Inggris pada musim 2026 ini. (*)
Editor : Indra Zakaria