Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jurgen Klopp Bicara Perburuan Gelar Premier League: Manchester City Itu Seperti Monster dalam Mimpi Buruk

Indra Zakaria • Jumat, 24 April 2026 | 16:00 WIB
Klopp dan pelatih Man City, Pep Guardiola.
Klopp dan pelatih Man City, Pep Guardiola.

PROKAL.CO- Mantan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, memberikan peringatan keras sekaligus simpati mendalam bagi Mikel Arteta dan skuad Arsenal yang saat ini tengah berjuang habis-habisan dalam persaingan gelar juara Premier League melawan Manchester City. Berbekal pengalaman bertahun-tahun menjadi satu-satunya pesaing utama City, Klopp memaparkan betapa melelahkannya secara mental menghadapi dominasi tim asuhan Pep Guardiola.

Klopp memahami betul adrenalin yang dirasakan Arsenal saat ini, namun ia mengingatkan bahwa performa luar biasa saja terkadang tidak cukup untuk menumbangkan "mesin" bernama City.

"Lihat, saya pernah berada di sana, tepat di posisi Mikel dan anak-anak Arsenal saat ini. Anda sedang terbang, Anda menekan lawan, stadion bergemuruh, para pemain memberikan segalanya—tapi tetap saja, di belakang pikiran Anda, Anda merasakannya. Manchester City ada di sana, seperti monster besar dalam mimpi buruk," ujar Klopp dengan nada serius.

Pria asal Jerman ini menganalogikan persaingan tersebut seperti pelarian yang tak kunjung usai. Menurutnya, satu kesalahan kecil bisa menjadi akhir dari segalanya karena City hampir mustahil untuk terpeleset di momen-momen krusial.

"Anda berlari dan berlari, Anda berpikir 'kali ini berbeda, tahun ini kita akan berhasil', tapi satu kesalahan kecil, satu hasil buruk, satu momen di mana kaki terasa berat... dan saat Anda menoleh ke belakang, mereka sudah bernapas di leher Anda lagi," tambahnya.

Klopp berbicara berdasarkan fakta pahit yang pernah ia alami sendiri bersama Liverpool, di mana perolehan poin yang sangat tinggi pun belum menjamin trofi jatuh ke tangan mereka.

"Ini sangat berisiko, kawan. Saya tahu karena saya menjalaninya—97 poin, 92 poin, tapi tetap saja posisi kedua. Anda bisa tampil brilian selama 35 pertandingan dan pada akhirnya Anda merasa seolah-olah hanya 'menjaga' trofi itu agar tetap hangat untuk mereka. Arsenal melakukan hal-hal luar biasa, tapi untuk mengalahkan mesin City ini, Anda tidak hanya butuh kualitas, Anda butuh kesempurnaan dan sedikit keberuntungan yang terkadang tidak pernah datang," jelas Klopp.

Menutup pernyataannya, Klopp berpesan agar Arteta tetap waspada dan mempersiapkan mental baja hingga detik terakhir kompetisi.

"Mikel harus berhati-hati—hati ingin percaya, tapi kepala tahu betapa berbahayanya posisi ini. Kami mengejar seperti orang gila, kami memberikan segalanya, dan terkadang... sang monster tetap menang," pungkasnya. Pernyataan ini menjadi pengingat bagi publik sepak bola bahwa memenangkan Premier League di era dominasi City bukan sekadar soal taktik, melainkan perang saraf yang sangat melelahkan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#jurgen klopp