PROKAL.CO– Pemandangan tak lazim mewarnai laga lanjutan Serie A antara US Cremonese melawan SSC Napoli, Sabtu (25/4) dini hari WIB. Meski timnya harus menelan kekalahan telak 0-4, sosok kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, justru keluar sebagai pemain terbaik tim setelah menunjukkan performa heroik di bawah mistar gawang.
Bermain di bawah tekanan hebat sepanjang 90 menit, Audero dipaksa bekerja ekstra keras menghadapi gempuran intens lini serang Partenopei. Berdasarkan data statistik dari Sofascore, penjaga gawang berusia 29 tahun ini menjadi satu-satunya penggawa Cremonese yang mampu mencatatkan nilai di atas tujuh, yakni 7,3, sebuah pencapaian langka bagi kiper yang kebobolan empat gol.
Sepanjang pertandingan, Audero tercatat membukukan total enam penyelamatan krusial. Hebatnya lagi, empat dari penyelamatan tersebut dilakukan terhadap peluang emas lawan yang dilepaskan dari dalam kotak penalti.
Momen paling ikonik terjadi pada menit ke-83 saat Napoli mendapatkan hadiah penalti. Gelandang andalan Napoli, Scott McTominay, yang maju sebagai algojo gagal menaklukkan Audero. Dengan ketenangan dan insting yang tajam, Audero sukses membaca arah bola dan menepis tendangan tersebut, mencegah skor menjadi lebih memalukan bagi tim tuan rumah.
Meski aksi Audero begitu memukau, Napoli tetap terlalu perkasa. Tim asuhan Antonio Conte itu memastikan kemenangan lewat gol McTominay, gol bunuh diri Filippo Terracciano, serta tambahan lesakan dari Kevin De Bruyne dan Alisson Santos.
Kekalahan telak ini nyatanya tidak menghapus pujian bagi Audero. Penampilan gemilangnya di tengah badai serangan Napoli mencerminkan ketangguhan mental dan konsistensi luar biasa. Gelar MVP internal tim yang diraihnya menjadi bukti nyata bahwa tanpa kehadirannya, Cremonese mungkin harus memungut bola lebih banyak lagi dari jaring gawang mereka. (*)
Editor : Indra Zakaria