MADRID – Real Madrid tampaknya akan segera memetik buah dari strategi transfer cerdas mereka. Nama Nico Paz, gelandang muda yang tengah naik daun di Serie A bersama Como, dikabarkan menjadi target utama untuk dipulangkan ke Santiago Bernabeu pada bursa transfer musim panas mendatang.
Keputusan Nico Paz untuk meninggalkan Valdebebas pada musim panas 2024 demi menit bermain terbukti menjadi langkah jenius. Di bawah asuhan tim teknis Como, pemain berusia 21 tahun ini tidak hanya menjadi starter reguler, tetapi juga bertransformasi menjadi motor serangan yang mematikan. Statistiknya musim ini sungguh mencengangkan, dengan torehan lebih dari 15 gol dan 15 assist di kompetisi kasta tertinggi Italia tersebut.
Lonjakan performa yang luar biasa ini langsung melambungkan nilai pasar Paz. Dari pemain muda yang dulu dilepas dengan harga ekonomis, kini valuasinya diperkirakan telah menyentuh angka €65 juta. Namun, manajemen Los Blancos tetap tenang karena mereka memiliki "kartu as" berupa klausul pembelian kembali (buyback).
Melansir laporan dari Teamtalk, Real Madrid siap mengaktifkan klausul tersebut yang hanya bernilai sekitar €9 juta. Jika dibandingkan dengan harga pasarnya saat ini, langkah ini seolah menjadi "diskon besar-besaran" bagi Madrid untuk mendapatkan salah satu gelandang paling kreatif di Eropa.
Sinyal kembalinya sang pemain pun kian menguat. Nico Paz dikabarkan telah memberikan lampu hijau dan sangat antusias untuk kembali mengenakan seragam putih kebesaran Madrid. Ia merasa pengalamannya bermain reguler di Italia telah membuatnya jauh lebih matang secara taktik dan mental untuk bersaing di skuat bertabur bintang asuhan Carlo Ancelotti.
Kehadiran Paz musim depan diprediksi akan memberikan dimensi baru bagi lini tengah Madrid. Sebagai gelandang serang dengan visi tajam, teknik mumpuni, serta naluri mencetak gol yang tinggi, ia bisa menjadi opsi variasi serangan yang segar.
Jika proses kepulangan ini berjalan mulus, transfer Nico Paz akan tercatat sebagai salah satu bisnis terbaik Real Madrid dalam beberapa tahun terakhir. Mereka berhasil membiarkan pemainnya berkembang di klub lain, lalu membawanya pulang dengan harga miring saat sang pemain telah menjelma menjadi bintang dunia. (*)
Editor : Indra Zakaria