LIVERPOOL – Kabar kurang sedap menyelimuti kubu Liverpool menjelang akhir musim 2025/2026. Sang ikon, Mohamed Salah, terancam harus mengakhiri pengabdian panjangnya di Anfield lebih cepat akibat cedera hamstring parah yang didapatnya saat membela The Reds melawan Crystal Palace, Sabtu (25/4/2026) lalu.
Penyerang sayap asal Mesir itu terpaksa ditarik keluar lapangan dalam laga yang dimenangi Liverpool tersebut. Diagnosa awal menyebutkan bahwa Salah mengalami robekan pada otot hamstring-nya, sebuah cedera yang diperkirakan membutuhkan waktu pemulihan hingga empat pekan ke depan.
Direktur tim nasional Mesir, Ibrahim Hassan, mengonfirmasi tingkat keparahan cedera sang pemain. "Ia mengalami robekan hamstring dan membutuhkan perawatan selama empat minggu," ungkap Hassan kepada kantor berita Reuters. Jika masa pemulihan benar-benar memakan waktu satu bulan, Salah dipastikan akan melewatkan sisa laga krusial Liverpool musim ini melawan Manchester United, Chelsea, Aston Villa, dan Brentford. Kondisi ini memicu kekhawatiran besar bahwa laga kontra Palace kemarin merupakan penampilan terakhir Salah bersama seragam merah Liverpool.
Hingga saat ini, Salah telah mencatatkan statistik luar biasa dengan 440 pertandingan dan koleksi 257 gol. Pelatih Liverpool, Arne Slot, mengakui bahwa ditariknya Salah keluar lapangan merupakan sinyal serius, mengingat pemain berusia 33 tahun itu dikenal memiliki daya tahan fisik yang sangat kuat.
"Mo meninggalkan lapangan, itu menunjukkan sesuatu yang serius. Kita harus menunggu hasil pemindaian MRI untuk melihat seberapa parah cederanya. Namun, kita tahu betapa disiplinnya Mo menjaga kondisi fisik, jadi kita lihat saja," ujar Slot dilansir dari laman resmi klub.
Situasi ini menyisakan dimensi emosional yang mendalam bagi para pendukung Liverpool. Publik Anfield tentu berharap sang raja bisa mendapatkan perpisahan yang layak di atas lapangan, bukan melalui ruang perawatan. Legenda Liverpool, Steven Gerrard, turut menyatakan kesedihannya atas skenario buruk ini.
"Ini kabar yang sangat menyedihkan bagi klub dan suporter jika benar dia harus absen. Keadaannya mungkin terasa lebih buruk bagi Mo sekarang, tapi penilaian tim medis akan menjadi penentu apakah ia bisa kembali sebelum musim benar-benar berakhir," kata Gerrard dikutip dari Mirror.
Jika Salah tidak mampu pulih tepat waktu, maka salah satu era paling berpengaruh dalam sejarah modern Liverpool akan ditutup tanpa seremoni perpisahan yang megah. Fans hanya bisa berharap ada keajaiban medis agar sang "Egyptian King" bisa menginjakkan kaki sekali lagi di rumput Anfield untuk memberikan penghormatan terakhir. (*)
Editor : Indra Zakaria