Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Skuad Resmi Maroko di Piala Dunia 2026: Regenerasi Kilat Demi Jaga Status Semifinalis Dunia

Indra Zakaria • Kamis, 28 Mei 2026 | 09:00 WIB
Skuad tim nasional Maroko pada pertandingan kualifikasi piala dunia 2026 kontra Niger. (Instagram @equipedumaroc)
Skuad tim nasional Maroko pada pertandingan kualifikasi piala dunia 2026 kontra Niger. (Instagram @equipedumaroc)

PROKAL.CO- Langkah berani diambil oleh pelatih tim nasional Maroko, Mohamed Ouahbi, dalam menatap gelaran akbar Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Komposisi final 26 pemain Singa Atlas resmi dirilis dan langsung memancing perdebatan hangat. Pasalnya, demi melancarkan misi regenerasi yang masif, Ouahbi rela membuat keputusan tidak populer dengan mencoret nama-nama besar demi memberikan panggung bagi para talenta muda potensial.

Kendati melakukan perombakan, Maroko tidak sepenuhnya kehilangan fondasi emas mereka. Sembilan pilar senior yang menjadi saksi hidup keajaiban bersejarah saat Maroko menembus babak semifinal di Piala Dunia 2022 Qatar lalu, dipastikan tetap dibawa. Kehadiran sosok pemimpin seperti Yassine Bounou, Sofyan Amrabat, Nayef Aguerd, hingga bintang Paris Saint-Germain Achraf Hakimi dinilai sangat krusial untuk menjaga stabilitas mental bertanding di turnamen sekelas Piala Dunia.

Namun, daya tarik utama dari pengumuman skuad kali ini terletak pada keberhasilan Maroko membajak mutiara muda milik klub Lille, Ayyoub Bouaddi. Gelandang jenius berusia 18 tahun tersebut akhirnya mantap memilih berseragam skuad senior Maroko setelah sebelumnya sempat menjadi rebutan dan masuk dalam radar intaian tim nasional Prancis.

"Ayyoub Bouaddi mampu memahami instruksi taktis dengan sangat cepat. Dia telah menunjukkan kualitas serta kematangan bermain yang sangat dibutuhkan untuk bersaing di level internasional tertinggi," puji Mohamed Ouahbi mengekspresikan kepuasannya atas performa sang pemain selama pemusatan latihan.

Di tengah antusiasme menyambut darah muda, keputusan Ouahbi mencoret Sofiane Boufal dari daftar akhir justru memicu gelombang protes dari sebagian suporter. Boufal merupakan salah satu aktor protagonis di Qatar empat tahun lalu yang memiliki pengaruh besar di ruang ganti. Sektor gelandang serang yang terlampau sesak dan ketat di level klub Eropa saat ini memaksa staf pelatih mendepak pemain berusia 32 tahun tersebut demi kebutuhan taktik yang lebih dinamis.

"Posisi yang biasa dimainkan Boufal saat ini sudah diisi oleh beberapa pemain lain yang kami nilai jauh lebih sesuai dengan kebutuhan skema tim saat ini," ujar Ouahbi meluruskan alasan di balik pencoretan kontroversial tersebut.

Melihat peta kekuatan yang ada, Maroko sejatinya masih mengantongi modal yang sangat mewah di semua lini. Di sektor penyerangan, kehadiran bintang Real Madrid, Brahim Diaz, diprediksi bakal menjadi otak sekaligus motor utama kreativitas serangan untuk memanjakan juru gedor tajam sekelas Soufiane Rahimi dan Ayoub El Kaabi.

Menyandang status sebagai negara Afrika pertama yang mampu menembus babak empat besar dunia tentu membuat ekspektasi publik global kini berlipat ganda di pundak generasi baru ini. Berbekal perpaduan harmonis antara pengalaman internasional, kualitas individu, serta ambisi meledak-ledak dari para pemain muda, Singa Atlas diyakini masih memiliki taring yang cukup tajam untuk kembali menjadi tim kuda hitam yang paling ditakuti pada putaran final Piala Dunia 2026. (*)

Editor : Indra Zakaria
#maroko