Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Terbentur Regulasi Ketat Serie A, Como 1907 Ungkap Alasan Belum Rekrut Pemain Indonesia

Redaksi Prokal • Kamis, 28 Mei 2026 | 08:15 WIB
Mirwan Suwarso. (Istimewa)
Mirwan Suwarso. (Istimewa)

 
PROKAL.CO- Kritik pedas kerap kali dialamatkan oleh para pencinta sepak bola tanah air kepada manajemen Como 1907 dan Grup Djarum. Banyak pihak menyayangkan mengapa klub Italia yang kental dengan nuansa Indonesia tersebut seolah enggan melirik dan memberikan panggung bagi para pesepak bola lokal untuk mencicipi atmosfer kasta tertinggi Liga Italia, Serie A. Menanggapi gelombang desakan tersebut, perwakilan manajemen Como 1907 akhirnya buka suara dan menguliti fakta rumit yang terjadi di balik layar.

Perwakilan manajemen Como 1907, Mirwan Suwarso, membeberkan bahwa alasan utama di balik kebijakan ini murni karena adanya benturan regulasi yang sangat kaku dari pihak otoritas Liga Italia. Serie A dikenal memiliki aturan yang teramat ketat mengenai pembatasan kuota untuk pemain non-Uni Eropa (non-EU). Setiap musimnya, kuota jatah pemain asing di luar benua Eropa ini sangat terbatas dan menjadi komoditas yang amat berharga bagi strategi transfer setiap klub.

"Jika Como memutuskan untuk merekrut pemain muda Indonesia yang masih berusia 16 tahun, maka satu slot pemain non-EU di tim kami akan otomatis langsung terpakai. Padahal, dalam realitas kompetisi seketat Serie A, satu slot berharga tersebut biasanya harus dialokasikan untuk memboyong pemain matang asal Brasil, Argentina, Uruguay, atau Afrika yang secara kualitas sudah siap tempur dan memberikan dampak instan bagi performa tim utama," ujar Mirwan Suwarso secara realistis.

Sebagai klub yang sedang berjuang membangun fondasi kuat dan reputasi di Serie A, mengorbankan satu slot kuota asing demi investasi jangka panjang pada pemain muda yang masih mentah dinilai sebagai langkah yang terlalu berisiko. Hal inilah yang menjadi alasan logis mengapa hingga saat ini belum ada satu pun nama pemain asal Indonesia yang nangkring di dalam daftar skuad kompetitif mereka.

Kendati pintu lapangan hijau tampak masih tertutup rapat, Mirwan menegaskan bahwa hal tersebut bukan berarti Como 1907 menutup mata untuk membantu memajukan sepak bola Indonesia. Strategi kontribusi yang dipilih oleh manajemen saat ini hanya sekadar bergeser jalur, yakni dengan berfokus penuh pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor belakang layar.

Como 1907 justru membuka pintu lebar-lebar bagi para pelatih, analis data, hingga tenaga profesional kreatif asal Indonesia untuk magang dan bekerja langsung di dalam iklim sepak bola modern Eropa. Hingga pertengahan tahun 2026 ini, tercatat sudah ada sekitar 11 orang anak bangsa yang aktif bekerja di dalam struktur internal klub.

Sebut saja legenda hidup striker timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, yang sempat dipercaya menduduki kursi asisten pelatih tim. Selain itu, ada pula seorang analis taktik muda berbakat asal Bandung yang kini resmi menjadi bagian dari tim analisis performa Como, disusul oleh deretan anak muda kreatif yang dipercaya mengelola sektor media sosial serta produksi konten internasional klub.

Manajemen meyakini bahwa langkah strategis ini merupakan bentuk investasi jangka panjang yang tidak kalah bernilai bagi masa depan sepak bola nasional. Pengalaman empiris yang didapatkan oleh para staf lokal selama bekerja di bawah ketatnya standar Serie A diharapkan dapat menjadi modal dan bekal yang sangat berharga ketika mereka memutuskan kembali ke tanah air untuk menularkan ilmu mereka demi mendongkrak ekosistem sepak bola Indonesia di masa depan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Mirwan Suwarso #Como 1907