PROKAL.CO- Langkah impresif terus ditunjukkan Timnas U-19 Indonesia dalam arungi kompetisi Piala AFF U-19 2026. Skuad Garuda Muda sukses menutup fase Grup A dengan rekor sempurna setelah menumbangkan rival sengit mereka, Vietnam, dengan skor tipis 2-1 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, pada Minggu malam lalu. Kemenangan krusial ini tidak hanya mengukuhkan posisi Indonesia di puncak klasemen dengan koleksi sembilan poin, tetapi juga mengamankan tiket emas menuju babak semifinal. Grafik permainan yang terus menanjak sejak laga pembuka menjadi sinyal positif bahwa armada muda ini siap berbicara lebih banyak di fase gugur.
Keberhasilan menyapu bersih seluruh laga fase grup mendapat apresiasi tinggi dari sang juru taktik. Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Nova Arianto, mengaku puas dengan grafik penampilan anak asuhnya yang dinilai makin matang dan kompak di atas lapangan. "Saya senang melihat performa pemain mengalami peningkatan," kata Nova seusai laga panas tersebut. Setelah sebelumnya sukses melibas Myanmar tiga gol tanpa balas dan menundukkan Timor Leste dengan skor serupa, konsistensi kembali diperlihatkan Arkhan Kaka dan kawan-kawan saat meredam perlawanan sengit Vietnam. "Dari pertandingan melawan Myanmar, Timor Leste, dan terakhir lawan Vietnam, progresnya sudah luar biasa," ujar Nova menambahkan.
Kendati sukses melaju ke semifinal dengan status juara grup, Nova Arianto langsung memberikan peringatan keras kepada anak asuhnya agar tidak terbuai dengan pujian. Pelatih berusia 46 tahun itu mengingatkan bahwa atmosfer di fase gugur akan jauh lebih kejam dan menuntut konsentrasi tingkat tinggi sepanjang 90 menit pertandingan berjalan. Setiap kelengahan kecil di babak semifinal nanti bisa menjadi akhir dari impian mereka untuk mengangkat trofi juara. "Kami harus siap menghadapi siapa pun di semifinal," tegas mantan bek tangguh Timnas Indonesia tersebut dengan nada penuh keyakinan.
Di balik euforia kelolosan ini, tim pelatih kini juga sedang berpacu dengan waktu untuk memulihkan kondisi gelandang jangkar, Reno Salampessy. Pemain pilar yang juga putra dari legenda sepak bola Ricardo Salampessy tersebut terpaksa ditarik keluar pada menit ke-34 akibat dihantam cedera serius dan harus digantikan oleh Irpan Abadi Siregar. Kehilangan Reno tentu akan menjadi pukulan telak mengingat kontribusi besarnya yang sudah mengemas dua gol selama fase grup. "Kami terus memantau, termasuk pemain lain," tutur Nova mengabarkan kondisi terkini ruang medis timnya. Sembari menunggu jadwal laga semifinal yang akan digelar pada Kamis, 11 Juni nanti, seluruh elemen tim berharap sang gelandang andalan bisa segera pulih. "Semoga kondisinya dalam keadaan baik sehingga bisa bermain lagi di semifinal," pungkas Nova. (*)