Langkah awal Timnas Brasil di panggung Piala Dunia 2026 ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Bertanding di New York pada Minggu pagi WIB, tim bertabur bintang asuhan Carlo Ancelotti ini dipaksa bermain imbang 1-1 oleh ketangguhan Timnas Maroko dalam laga perdana fase grup yang sarat drama.
Singa Atlas langsung menghentak publik New York ketika laga baru berjalan 21 menit melalui sebuah skema serangan yang sangat rapi. Brahim Diaz dengan cerdik melepaskan umpan terobosan akurat yang langsung membelah jantung pertahanan Selecao. Ismail Saibari yang lolos dari kawalan ketat para bek langsung berhadapan dengan Alisson Becker dan melepaskan sebuah tendangan cungkil berkelas yang sukses menggetarkan jala gawang Brasil. Gol tersebut sempat membuat Ancelotti tampak tegang di pinggir lapangan karena strategi yang ia siapkan langsung buyar oleh determinasi Maroko.
Ketegangan kubu Brasil akhirnya mencair pada menit ke-33 berkat aksi magis Vinicius Jr yang menjadi juru selamat malam itu. Penyerang sayap Real Madrid tersebut melakukan aksi individu menusuk dari sisi kanan pertahanan Maroko, sebelum akhirnya melepaskan sepakan melengkung terukur ke pojok gawang yang tak mampu dijangkau oleh Bono.
Seusai pertandingan, Carlo Ancelotti tidak bisa menyembunyikan rasa leganya sekaligus memuji mentalitas anak asuhnya, terutama sang pencetak gol. "Pertandingan pertama di Piala Dunia selalu menghadirkan tekanan yang luar biasa, dan Maroko membuktikan bahwa mereka bukan tim yang bisa diremehkan. Gol dari Vinicius bukan sekadar penyeimbang, tetapi momen krusial yang mengembalikan kepercayaan diri kami di atas lapangan," ujar Carlo Ancelotti dengan nada serius.
Memasuki paruh kedua, Ancelotti mencoba menyegarkan lini permainannya dengan memasukkan sejumlah tenaga baru seperti Fabinho, Danilo, Matheus Cunha, hingga Luis Henrique demi memburu gol kemenangan. Maroko pun merespons dengan memasukkan Chemsdine Talbi dan Samir El Mourabet untuk menjaga stabilitas permainan. Jual beli serangan pun tak terhindarkan hingga memaksa kedua penjaga gawang kelas dunia bekerja ekstra keras. Bono sempat melakukan penyelamatan heroik dengan menggagalkan peluang emas Raphinha, sementara Alisson menjadi pahlawan Brasil di masa injury time yang mendebarkan setelah menepis tembakan jarak jauh Neil El Aynaoui.
Di kubu lawan, pelatih Maroko Mohamed Ouahbi menyatakan rasa bangganya atas kedisiplinan taktik yang ditunjukkan oleh anak asuhnya sepanjang sembilan puluh menit laga berjalan.
"Kami datang ke sini dengan rencana yang jelas untuk meredam agresivitas Brasil, dan para pemain telah memberikan segalanya di lapangan. Satu poin melawan tim sebesar Brasil adalah modal yang sangat berharga untuk menatap laga-laga berikutnya," tegas juru taktik Maroko usai peluit panjang berbunyi.
Dengan hasil imbang satu sama ini, baik Brasil maupun Maroko harus puas berbagi satu angka di papan klasemen. Persaingan di fase grup dipastikan bakal semakin sengit, dan Carlo Ancelotti kini memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar untuk mematangkan strategi Selecao agar tampil lebih klinis pada pertandingan selanjutnya. (*)
Editor : Indra Zakaria