SEATTLE — Intensitas ketegangan Piala Dunia 2026 terus meroket memasuki hari kesembilan. Setelah Amerika Serikat memastikan kemenangan krusial atas Australia, peta persaingan di fase grup kini menjadi semakin jelas, di mana sejumlah tim raksasa mulai mengunci tempat dan beberapa negara terpaksa mengubur mimpi mereka lebih cepat.
Meskipun harus berlaga tanpa diperkuat oleh sang mega bintang Christian Pulisic yang absen, Amerika Serikat sukses menjaga momentum emas mereka dalam laga pembuka hari itu. Skuad The Stars & Stripes langsung melesat dengan keunggulan nyaman 2-0 di babak pertama dan tampil dominan hingga peluit panjang berbunyi. Hasil impresif ini memastikan posisi Amerika Serikat kokoh sebagai juara Grup D, sekaligus secara matematis mengeliminasi Turki dari perebutan tiket kelolosan ke babak berikutnya.
Panggung beralih ke Grup C yang menjadi sajian utama pada jendela pertandingan Jumat malam waktu setempat. Maroko yang turun minum lebih awal tidak membuang-buang waktu untuk langsung menggebrak papan skor. Gelandang andalan mereka, Ismael Saibari, sukses melesakkan gol kilat saat laga baru berjalan 70 detik melalui tendangan roket yang tidak mampu dihalau kiper lawan. Gol tunggal tersebut menjadi satu-satunya pembeda yang membawa Maroko menang tipis 1-0 atas Skotlandia.
Tak lama berselang, giliran Brasil yang unjuk gigi dan memperlihatkan superioritas mereka saat bersua Haiti. Tim Samba mengamuk di babak pertama lewat gelombang serangan mematikan yang berujung pada kemenangan telak 3-0. Penyerang Matheus Cunha tampil gemilang dengan mencetak dua gol (brace), sementara bintang Real Madrid, Vinicius Junior, menyempurnakan pesta gol Selecao sebelum turun minum. Kekalahan telak ini sekaligus membuat Haiti mencatatkan diri sebagai tim pertama yang resmi angkat koper dari turnamen.
Sebagai penutup drama di hari kesembilan, laga sengit di malam hari menyajikan duel ketat yang melibatkan Paraguay. Mirip dengan skema kilat Maroko, Paraguay berhasil mencuri gol cepat saat pertandingan baru berjalan sedikit di atas satu menit. Berkat pertahanan gerendel yang disiplin dan kokoh di sisa waktu pertandingan, Paraguay sukses mempertahankan keunggulan 1-0 tersebut hingga laga usai, sekaligus menjaga asa mereka di turnamen akbar empat tahunan ini. (*)
Editor : Indra Zakaria