PROKAL.CO- Gelombang kontroversi pasca-pertandingan sengit di Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Aljazair kini memasuki babak baru yang lebih serius di luar lapangan. Federasi Sepak Bola Aljazair secara resmi melayangkan surat keluhan formal kepada Komisi Wasit FIFA, menuntut keadilan atas rentetan keputusan pengadil lapangan yang dinilai sangat berat sebelah.
Fokus utama dalam laporan tersebut tertuju pada megabintang Argentina, Lionel Messi, yang dituding lolos dari hukuman kartu merah usai melakukan pelanggaran fatal pada babak pertama. Insiden yang memicu kemarahan publik Aljazair itu terjadi saat Messi tertangkap kamera menginjak betis kapten Aljazair, Aissa Mandi, dari arah belakang. Alih-alih diusir keluar lapangan, pemain berjuluk La Pulga itu justru melenggang bebas tanpa sanksi, hingga akhirnya tampil menggila dengan mencetak tiga gol penentu kemenangan telak tim tanggo tiga nol.
Kekecewaan mendalam Aljazair kian memuncak setelah mereka juga menyoroti insiden kasar lain yang terjadi pada paruh kedua pertandingan di Kansas City tersebut. Kali ini, gelandang Argentina Alexis Mac Allister diduga kuat sengaja menyikut wajah talenta muda Aljazair, Ibrahim Maza, dalam situasi perebutan bola. Ironisnya, wasit asal Polandia yang memimpin jalannya laga, Szymon Marciniak, dilaporkan berada dalam posisi yang sangat ideal—hanya berjarak sekitar satu meter dari tempat kejadian perkara—saat Mac Allister melakukan benturan fisik dengan posisi siku terangkat.
Jejak rekam Marciniak yang juga merupakan wasit final Piala Dunia 2022 saat Argentina keluar sebagai juara, kini memicu spekulasi liar di jagat maya mengenai adanya perlakuan istimewa dan dugaan imunitas karena status kebintangan yang melekat pada skuad asuhan Lionel Scaloni.
Jalannya evaluasi di ruang kontrol Video Assistant Referee (VAR) yang dipimpin oleh kompatriot Marciniak, Tomasz Kwiatkowski, juga tak luput dari gugatan keras karena dinilai tidak berfungsi optimal dalam meninjau momen-momen krusial tersebut. Perdebatan ini bahkan memantik reaksi emosional dari pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos, yang langsung membandingkan standar ganda keputusan wasit tersebut dengan nasib sial anak asuhnya, Themba Zwane. Broos merasa tidak adil karena Zwane harus diganjar kartu merah langsung plus skorsing tiga pertandingan hanya karena gestur tangan di bahu saat melawan Meksiko, sementara pelanggaran injakan kaki oleh Messi dilewatkan begitu saja. Kini, perhatian dunia tertuju pada respons FIFA terhadap memo protes ini, di tengah persiapan Argentina menantang Austria di Dallas serta misi bangkit Aljazair saat bersua Yordania di San Francisco pada laga berikutnya. (*)
Editor : Indra Zakaria