LOS ANGELES — Senda gurau yang kelewat batas berujung petaka bagi seorang jurnalis televisi asal Amerika Serikat. Abigail Velez, reporter sekaligus fill-in anchor untuk stasiun TV ABC7 Los Angeles, terpaksa merilis permohonan maaf resmi setelah potongan videonya yang meremehkan negara Bosnia dan Herzegovina viral dan memicu kecaman luas di media sosial.
Insiden ini terjadi dalam siaran langsung dari Long Beach, menjelang laga krusial babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Timnas Pria Amerika Serikat (USMNT) dengan Bosnia dan Herzegovina.
Kronologi Kejadian: Berniat "Psywar", Malah Blunder
Dalam segmen yang disiarkan pasca-kekalahan AS dari Türkiye, Velez bermaksud memberikan dukungan berapi-api untuk timnasnya. Namun, komentar yang dilontarkannya justru dinilai publik sebagai bentuk kesombongan dan ketidaktahuan yang memalukan.
"Satu hal tentang Bosnia, saya bahkan tidak bisa menunjukkan di mana letaknya di peta. Saya tidak tahu apa-apa tentang Bosnia, dan saya tidak mau tahu. Itu karena Tim AS, kami kembali, kami lebih baik dari sebelumnya," ujar Velez dalam klip yang viral tersebut.
"Bersiaplah Bosnia, karena kalian tidak akan siap menghadapi kami. Tapi kalian akan tetap merasakannya."Klip tersebut mendadak viral pada Jumat lalu setelah diunggah ulang oleh sebuah akun sepak bola Bosnia. Kritik pun berdatangan dari netizen global yang menilai Velez justru bangga memamerkan kejawen geografisnya di hadapan publik.
Klarifikasi dan Permohonan Maaf Resmi
Menyadari situasi yang kian memanas, Velez akhirnya buka suara pada hari Sabtu melalui akun media sosial pribadinya. Ia mengakui bahwa candaan tersebut sangat tidak pantas, terlebih bagi negara yang memiliki sejarah panjang dan sensitif di kawasan Balkan.
"Dalam upaya yang buruk untuk bersenang-senang menyambut kompetisi Piala Dunia, saya bertindak terlalu jauh dan melontarkan komentar tanpa pikir panjang di udara yang tidak sensitif dan tidak pantas. Saya meminta maaf kepada masyarakat Bosnia dan tim sepak bola Bosnia," tulis Velez dalam pernyataan resminya.
Ia juga menambahkan bahwa esensi Piala Dunia adalah untuk menyatukan komunitas global, dan komentarnya jelas-jelas mencederai semangat tersebut.
Terlepas dari kekalahan kontra Türkiye di laga terakhir fase grup, Amerika Serikat tetap keluar sebagai juara grup dan dijadwalkan menantang Bosnia dan Herzegovina di Santa Clara pada Rabu jam 8 malam waktu setempat.
Bagi Bosnia dan Herzegovina, kelolosan ke babak gugur ini merupakan sejarah baru. Ini adalah partisipasi kedua mereka di Piala Dunia sebagai negara merdeka sejak tahun 2014. Di Piala Dunia 2026 ini, mereka berhasil melaju ke babak 32 besar untuk pertama kalinya setelah finis di peringkat ketiga Grup B berkat hasil imbang melawan Kanada dan kemenangan atas Qatar. (*)
Editor : Indra Zakaria