PROKAL.CO – Timnas Belanda menatap babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi setelah menyapu bersih fase grup dan keluar sebagai juara Grup F. Namun, takdir langsung mempertemukan mereka dengan ujian yang sesungguhnya di fase gugur. De Oranje dijadwalkan bersua dengan Maroko, sang semifinalis legendaris Piala Dunia 2022 yang kembali membuktikan konsistensi mereka sebagai kekuatan menakutkan dari benua Afrika.
Di tengah ketatnya persiapan menyambut laga hidup-mati ini, sorotan publik dan pengamat sepak bola dunia tertuju pada dua sosok penting di skuad Belanda: striker tajam Brian Brobbey dan penjaga gawang muda berbakat, Robin Roefs. Kedua pemain ini dinilai merepresentasikan kekuatan lini depan yang meledak-ledak serta kokohnya regenerasi pertahanan skuad asuhan Ronald Koeman.
Brian Brobbey mencuat sebagai salah satu bintang paling terang di lini serang Belanda sepanjang fase grup. Penyerang berusia 24 tahun tersebut sukses menggelontorkan tiga gol dalam tiga pertandingan, termasuk gol krusialnya saat menundukkan Tunisia 3-1 yang mengunci posisi Belanda di puncak klasemen. Ketajaman dan determinasi fisik Brobbey menjadikannya tumpuan baru di lini depan, memberikan opsi variasi serangan yang sangat mematikan bersama nama-nama senior seperti Memphis Depay dan Wout Weghorst.
Produktivitas impresif Brobbey akan langsung diuji oleh lini belakang Singa Atlas—julukan Maroko—yang terkenal dengan organisasi pertahanan yang super disiplin dan rapat. Pelatih Belanda, Ronald Koeman, mewanti-wanti anak asuhnya agar melupakan euforia fase grup. Koeman menegaskan bahwa Maroko bukanlah tim yang bisa diremehkan, mengingat rekam jejak historis mereka di Qatar beberapa tahun lalu, sehingga De Oranje wajib tampil dengan kewaspadaan penuh.
Selain urusan membobol gawang lawan, kedalaman skuad Belanda di sektor pertahanan juga mendapat sorotan positif lewat kehadiran Robin Roefs. Meski posisi kiper utama saat ini masih dipegang oleh Bart Verbruggen, Roefs yang dibawa bersama Mark Flekken dipandang sebagai aset masa depan yang luar biasa. Pengamat sepak bola Belanda, Michael Statham, menyebut bakat besar Roefs sudah terlihat sejak ia menembus tim utama NEC Nijmegen, di mana ia terbukti mampu mengatasi tekanan besar di usia muda.
Roefs dinilai memiliki kelebihan pada ketenangan penempatan posisi, refleks kilat dalam menghalau bola di dalam kotak penalti, serta kemampuan mumpuni dalam membaca arah tembakan lawan. Kehadiran kiper muda ini memberikan rasa aman bagi Koeman, menjamin kualitas lini belakang Belanda tetap terjaga andai situasi darurat terjadi di lapangan. Kombinasi antara kematangan performa Brobbey dan kesiapan talenta muda seperti Roefs kini menjadi modal paling berharga bagi Belanda untuk bisa meruntuhkan perlawanan Maroko dan mengamankan tiket menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Editor : Indra Zakaria