PROKAL.CO- Panggung babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan menyajikan duel sengit antara salah satu kandidat kuat juara, Prancis, melawan tim kuda hitam asal Skandinavia, Swedia. Laga hidup mati ini bakal digelar di MetLife Stadium, East Rutherford, Amerika Serikat, pada Rabu dini hari pukul 04.00 WIB. Les Bleus menatap laga ini dengan status mentereng sebagai juara grup bermodal poin sempurna, sementara Swedia harus bersusah payah merangkak ke fase gugur lewat jalur salah satu peringkat ketiga terbaik.
Prancis datang dengan kepercayaan diri yang melambung tinggi setelah anak asuh Didier Deschamps menyapu bersih tiga laga fase grup dengan mengoleksi sembilan poin. Tidak hanya menang, mereka juga tampil sangat produktif dengan menggelontorkan sepuluh gol dan hanya kebobolan dua kali. Pada laga pamungkas grup, armada Prancis sukses menggilas Norwegia dengan skor telak 4-1 yang menjadi sinyal bahaya bagi siapa pun lawan mereka selanjutnya.
Kekuatan utama Prancis terletak pada kedalaman skuad mereka yang luar biasa mewah. Ketika Kylian Mbappe dikawal ketat oleh lini bertahan lawan, Ousmane Dembele membuktikan ketajamannya lewat torehan hattrick ke gawang Norwegia. Belum lagi kehadiran talenta kreatif seperti Michael Olise dan Desire Doue yang membuat opsi serangan Prancis begitu bervariasi dan sulit ditebak.
Kabar baik juga berembus dari sektor pertahanan Prancis yang dipastikan kembali solid seiring pulihnya William Saliba. Bek andalan Arsenal yang sempat diistirahatkan karena masalah punggung ini dikabarkan sudah siap kembali berduet dengan Dayot Upamecano di jantung pertahanan. Sementara itu di lini tengah, duet Aurelien Tchouameni dan Adrien Rabiot akan tetap menjadi jangkar utama untuk menjaga keseimbangan permainan sekaligus mengatur transisi.
Berbeda terbalik dengan sang lawan, perjalanan Swedia di Piala Dunia 2026 kali ini terbilang penuh riam. Tim besutan Graham Potter hanya mengemas empat poin dari fase grup hasil dari menang atas Tunisia, imbang dengan Jepang, dan dihajar Belanda dengan skor telak 1-5. Masalah utama Swedia ada pada rapuhnya lini belakang mereka yang sudah kebobolan tujuh gol hanya dari tiga pertandingan saja.
Situasi Swedia semakin diperparah dengan cedera yang dialami oleh bek utama mereka, Isak Hien. Kondisi ini memaksa Graham Potter untuk memutar otak dan melakukan perombakan instan di sektor defensif demi meredam agresivitas penyerang Prancis. Kendati demikian, Swedia tetap memiliki taring tajam di lini depan yang dihuni oleh trio Alexander Isak, Viktor Gyokeres, dan Anthony Elanga yang dikenal memiliki kombinasi kecepatan fisik serta penyelesaian akhir yang mematikan.
Skema serangan balik cepat diprediksi akan menjadi satu-satunya senjata andalan Graham Potter untuk melukai Prancis. Namun, statistik sejarah tidak berpihak pada Swedia karena dalam lima bentrokan terakhir kedua tim, Prancis mendominasi dengan memenangkan empat pertandingan, sedangkan Swedia hanya mampu mencuri satu kemenangan. Tren lima laga terakhir masing-masing tim secara keseluruhan juga menunjukkan jurang performa yang cukup mencolok, di mana Prancis menang empat kali dan Swedia hanya mampu menang sekali.
Saat pertandingan dimulai nanti, Prancis diprediksi akan langsung mengambil inisiatif serangan sejak sepak mula untuk mengurung pertahanan Swedia. Penguasaan bola kemungkinan besar akan didominasi oleh Les Bleus dengan memanfaatkan lebar lapangan melalui kecepatan para pemain sayap mereka. Di sisi lain, Swedia akan bermain lebih menunggu, merapatkan jarak di lini tengah, dan mengintai momentum transisi positif melalui kecepatan Elanga serta ketajaman Isak.
Jika Swedia mampu bermain disiplin tinggi tanpa melakukan kesalahan sedikit pun, mereka memiliki peluang untuk memberikan kejutan. Namun, melihat kualitas individu, kolektivitas tim, serta pengalaman matang di laga-laga besar, Prancis berada di atas angin dan difavoritkan kuat untuk mengamankan tiket menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Indra Zakaria