PROKAL.CO– Pemain andalan Tim Nasional Maroko, Issa Diop, sukses mencuri perhatian publik setelah berhasil menyabet penghargaan sebagai pemain terbaik dalam sebuah laga krusial. Namun, alih-alih larut dalam euforia dan pujian pribadi, pemain yang lahir di Prancis dan besar di Eropa ini justru menunjukkan sikap yang sangat rendah hati.
Sesaat setelah pertandingan selesai, seorang koresponden media menghampiri Diop untuk menanyakan bagaimana ia akan merayakan pencapaian individu tersebut bersama rekan-rekan satu timnya. Koresponden itu bertanya mengenai apa yang akan ia katakan kepada rekan-rekannya saat kembali ke ruang ganti dengan membawa trofi pemain terbaik tersebut.
Mendengar pertanyaan itu, Issa Diop langsung memberikan jawaban yang sarat akan nilai-nilai spiritual dan religius. Ia menegaskan bahwa kesuksesan yang diraihnya malam itu bukanlah karena kehebatan dirinya sendiri, melainkan atas kehendak Yang Maha Kuasa.
Pernyataan Diop ini langsung menuai banyak pujian dari para penggemar sepak bola. Meski tumbuh besar di benua Eropa dengan kultur yang berbeda, bek tangguh ini dinilai tetap memegang teguh identitas, keimanan, dan prinsip kerendahan hati yang menjadi cerminan dari skuad Maroko saat ini. Bagi Diop, trofi individu yang diraihnya hanyalah perantara, sementara esensi utama dari kemenangan tim adalah rasa syukur bersama kepada Tuhan. (*)
Editor : Indra Zakaria