ARLINGTON — Perjalanan mengesankan tim nasional Pantai Gading di panggung Piala Dunia 2026 akhirnya harus menemui titik akhir. Langkah skuad Les Elephants terhenti secara tragis di babak 32 besar setelah ditundukkan secara drama oleh Norwegia dengan skor tipis 1-2 dalam laga yang digelar di Stadion AT&T, Arlington, Texas.
Meskipun harus angkat koper lebih awal, penyerang sayap andalan Pantai Gading, Amad Diallo, menegaskan bahwa panggung sepak bola tertinggi di dunia ini memberikan pelajaran serta pengalaman yang sangat mahal bagi generasi baru timnya. Diallo mengingatkan bahwa bagi sebagian besar penggawa Pantai Gading saat ini, atmosfer ketat Piala Dunia merupakan hal baru yang baru pertama kali mereka rasakan.
"Kami hanya bisa belajar dari turnamen ini, karena bagi kebanyakan dari kami, ini adalah Piala Dunia pertama kami," ungkap Amad Diallo selepas pertandingan, seperti dilansir dari laman resmi FIFA.
Dalam laga sengit tersebut, Pantai Gading sebenarnya sempat menghidupkan asa ketika Amad Diallo mencetak gol balasan indah untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1, setelah sebelumnya tertinggal oleh gol Antonio Nusa. Namun, magis Erling Haaland di menit-menit akhir babak kedua buyarkan mimpi wakil Afrika tersebut.
Diallo tidak bisa menutupi rasa kecewanya karena harus tersingkir dengan cara yang menyakitkan di menit-menit krusial. Ia menilai skuad Pantai Gading dihuni oleh deretan talenta luar biasa yang memiliki kapasitas untuk membalikkan keadaan. Namun, ia juga secara berbesar hati memuji kualitas lini serang Norwegia yang tampil sedikit lebih klinis dalam memanfaatkan momentum.
Kekalahan menyakitkan di pengujung laga ini menempatkan Pantai Gading sebagai negara kedua asal benua Afrika yang harus menyudahi mimpi mereka di Amerika Utara, mengikuti jejak Tunisia yang sudah lebih dulu angkat kaki di fase penyisihan grup. Kendati demikian, modal skuad muda yang kompetitif ini diyakini bakal menjadi pondasi kuat bagi kebangkitan Pantai Gading di turnamen-turnamen internasional mendatang. (*)
Editor : Indra Zakaria