ATLANTA — Kapten sekaligus juru gedor utama Timnas Inggris, Harry Kane, menjadi bintang utama dalam kemenangan dramatis 2-1 The Three Lions atas Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Meski keluar sebagai pahlawan berkat torehan dua golnya, striker berpengalaman tersebut memilih merendah dan memuji kolektivitas kerja keras seluruh penggawa tim.
Menurut bomber Bayern Munchen tersebut, atmosfer ruang ganti Inggris selalu ditanamkan mentalitas bahwa setiap pemain yang mengenakan seragam tiga singa harus siap mengambil tanggung jawab di momen-momen krusial.
"Siapa pun bisa memiliki momen sebagai pahlawan, dan hari ini giliran saya. Sepanjang pekan kami juga berbicara untuk tetap menjadi diri sendiri," ujar Kane seusai laga berat di Atlanta Stadium.
Inggris memang sempat dibuat ketar-ketir setelah kejutan gol cepat Brian Cipenga pada menit ketujuh membawa RD Kongo memimpin terlebih dahulu. Ketangguhan kiper lawan, Lionel Mpasi, yang berkali-kali melakukan penyelamatan luar biasa sempat membuat frustrasi lini depan Inggris yang digalang Marcus Rashford dan Jude Bellingham.
Namun, instruksi Thomas Tuchel saat jeda minum terbukti ampuh membakar semangat juang tim. Kebuntuan Inggris akhirnya pecah pada menit ke-75 melalui sundulan tajam Harry Kane yang menyambut umpan silang Anthony Gordon. Momentum kebangkitan itu disempurnakan sang kapten pada menit ke-86 setelah tendangan mendatarnya memanfaatkan bola liar kembali menggetarkan jala gawang lawan dan mengunci kemenangan dramatis.
"Rasanya hebat sekali. Pertandingan yang benar-benar gila. Mereka adalah tim yang tangguh dan setelah jeda minum pertama kami bermain jauh lebih baik. Kiper mereka melakukan sejumlah penyelamatan yang luar biasa," puji Kane kepada ketangguhan lini pertahanan RD Kongo.
Meskipun sukses membalikkan keadaan dan memastikan tiket ke babak 16 besar untuk menantang salah satu tim tuan rumah, Meksiko, Harry Kane mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak lekas jemawa. Ia menilai permainan Inggris di awal paruh pertama masih memiliki sejumlah celah besar yang harus segera dievaluasi dan diperbaiki jika ingin berbicara banyak di fase gugur berikutnya.
Kendati demikian, Kane menegaskan bahwa dalam atmosfer kompetisi seketat Piala Dunia, esensi utama dari babak sistem gugur adalah hasil akhir. Ketahanan mental untuk terus berjuang di bawah tekanan hebat hingga peluit panjang berbunyi menjadi modal paling berharga bagi Inggris untuk menatap laga-laga selanjutnya.
"Di fase gugur seperti ini yang terpenting adalah bisa lolos. Kami sudah memasuki tahap turnamen ketika Anda harus berjuang keras untuk meraih kemenangan, dan itulah yang kami lakukan hari ini," pungkasnya.(*)
Editor : Indra Zakaria