Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Andalkan Kematangan Granit Xhaka, Swiss Siap Redam Serangan Kilat Aljazair demi Babak 16 Besar

R
Granit Xhaka memimpin Swiss menghadapi Aljazair.
Granit Xhaka memimpin Swiss menghadapi Aljazair.

Advertisement

VANCOUVER — Babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan menyajikan duel sengit antara wakil Eropa dan Afrika Utara di BC Place, Vancouver. Swiss yang menyandang status juara Grup B lebih diunggulkan untuk menumbangkan Aljazair, Jumat pukul 11.00 Wita. Skuad asuhan Murat Yakin tersebut mengincar kemenangan krusial demi mengamankan tiket 16 besar sekaligus membuka jalan menuju babak perempat final.

Swiss modal berharga setelah tampil konsisten sepanjang fase grup dengan mengemas tujuh poin. Meski sempat ditahan imbang 1-1 oleh Qatar di laga pembuka, Nati mengamuk dengan menggilas Bosnia-Herzegovina 4-1 dan menjinakkan salah satu tuan rumah, Kanada, dengan skor 2-1. Kemenangan atas Kanada membuktikan kematangan mental Swiss di bawah kepemimpinan kapten berpengalaman, Granit Xhaka. Bersama Remo Freuler di lini tengah, Xhaka menjadi dinamo permainan yang membuat organisasi tim sangat solid saat menyerang maupun bertahan.

Kendati memiliki rekor buruk di fase gugur—di mana mereka selalu terhenti di babak 16 besar pada empat dari lima edisi terakhir—Swiss kali ini datang dengan kepercayaan diri berbeda. Guna membongkar pertahanan lawan, Murat Yakin diprediksi kembali mengandalkan ketajaman Breel Embolo yang disokong oleh Johan Manzambi di lini depan, sementara duet benteng kokoh Nico Elvedi dan Manuel Akanji siap mengawal lini belakang.

Advertisement

Di kubu lawan, Aljazair tidak bisa dipandang sebelah mata. Tim berjuluk El Khadra ini lolos sebagai runner-up Grup A setelah bangkit dari kekalahan telak kontra Argentina. Skuad asuhan Vladimir Petkovic tersebut sukses menumbangkan Yordania 2-1 dan bermain imbang 3-3 dalam drama enam gol melawan Austria.

Senjata utama Aljazair terletak pada lini serang mereka yang sangat agresif dan mengandalkan transisi balik super cepat. Trio maut yang digawangi oleh pemain sarat pengalaman Riyad Mahrez, bersama bintang muda Amine Gouiri dan Ibrahim Maza, terbukti sangat cair dan berbahaya jika diberikan ruang kosong di sepertiga akhir lapangan.

Menghadapi Swiss, Aljazair diprediksi akan bermain lebih sabar dengan menumpuk pemain di lini tengah yang dikomandoi Nabil Bentaleb, guna menahan dominasi Xhaka cs. Swiss diwajibkan menjaga fokus penuh sepanjang 90 menit; jika lini belakang mereka lengah saat mengantisipasi serangan balik, kecepatan para penyerang sayap Aljazair siap menghadirkan mimpi buruk bagi publik Swiss. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Drama Enam Gol di Kansas City! Aljazair dan Austria Melenggang ke 32 Besar, Iran Tersingkir

Drama Enam Gol di Kansas City! Aljazair dan Austria Melenggang ke 32 Besar, Iran Tersingkir

Drama Enam Gol di Kansas City! Aljazair dan Austria Melenggang ke 32 Besar, Iran Tersingkir

Laga Hidup Mati Grup J Piala Dunia 2026: Aljazair Mengusung Misi Balas Dendam Sejarah Kontra Austria

Laga Hidup Mati Grup J Piala Dunia 2026: Aljazair Mengusung Misi Balas Dendam Sejarah Kontra Austria

Laga Hidup Mati Grup J Piala Dunia 2026: Aljazair Mengusung Misi Balas Dendam Sejarah Kontra Austria KANSAS CITY – Stadion Arrowhead di Kansas City, Amerika Serikat, bersiap menjadi saksi bisu bentro

Argentina vs Swiss: Magis Lionel Messi Ditantang Tembok Disiplin dan Serangan Balik 

Argentina vs Swiss: Magis Lionel Messi Ditantang Tembok Disiplin dan Serangan Balik 

Argentina vs Swiss: Magis Lionel Messi Ditantang Tembok Disiplin dan Serangan Balik 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer