Kontribusi luar biasa pemain berusia 27 tahun tersebut menjadi kunci utama yang meloloskan La Furia Roja ke babak 16 besar. Spanyol tampil begitu dominan, sementara dwi-gol dari Mikel Oyarzabal dan satu sundulan Pedro Porro memastikan langkah mantap tim asuhan Luis de la Fuente ke fase berikutnya.
Sejak sepak mula, Cucurella langsung menjelma menjadi motor serangan utama Spanyol di sisi kiri lapangan. Pergerakannya yang eksplosif berkali-kali membuat lini pertahanan Austria kocar-kacir. Ia sebenarnya sempat menggetarkan jala gawang Austria pada menit ke-29 memanfaatkan bola liar. Namun, wasit asal Swedia, Glenn Nyberg, menganulir gol tersebut karena menilai telah terjadi pelanggaran terlebih dahulu terhadap penjaga gawang Alexander Schlager.
Baca Juga: Bungkam Austria 3-0, Spanyol Melenggang Mulus ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Pembatalan gol itu sama sekali tidak meruntuhkan mentalitas Cucurella. Ia justru tampil semakin agresif. Alhasil, sebuah umpan tarik mendatar yang ia lepaskan dari sayap kiri berhasil disambar dengan sempurna oleh Mikel Oyarzabal untuk membuka keunggulan Spanyol.
Sinar Cucurella semakin terang pada babak kedua karena ia menjadi sutradara di balik tiga gol kemenangan Spanyol, di mana dua di antaranya resmi tercatat sebagai assist. Pada gol kedua yang dicetak oleh Pedro Porro, Cucurella menjadi kreator awal dengan visi bermainnya yang ciamik. Ia melepaskan umpan terobosan kunci kepada Alex Baena, yang kemudian meneruskannya menjadi umpan silang matang untuk disundul oleh Porro.
Puncak performa gemilangnya ditutup menjelang akhir laga. Dari wilayah pertahanan sendiri, Cucurella dengan jeli melihat celah dan melepaskan umpan terobosan lambung yang sangat akurat. Bola langsung digapai oleh Oyarzabal yang dengan tenang menaklukkan Schlager untuk kedua kalinya, sekaligus mengubah skor menjadi 3-0.
Kegeniusan Cucurella di lapangan hijau juga divalidasi oleh statistik yang memukau sepanjang 90 menit. Ia mencatatkan akurasi operan hingga 92 persen, dan seluruh umpan silang yang ia lepaskan selalu menemui sasaran.
Tidak hanya tajam saat membantu serangan, ia juga sangat disiplin dalam bertahan dengan memenangi dua duel krusial yang membuat sektor kiri Spanyol bersih dari ancaman para pemain Austria. Kepercayaan penuh Luis de la Fuente terbayar tuntas. Bersama bek muda Pau Cubarsi, Cucurella kini menjadi pemain non-kiper Spanyol yang selalu bermain penuh di setiap menit sepanjang turnamen ini.
Kemenangan mutlak ini sekaligus memulangkan Austria yang kaptennya, David Alaba, harus menyudahi mimpi mereka di fase gugur pertama. Bagi Spanyol, hasil ini menjadi suntikan modal dan kepercayaan diri yang sangat besar.
Pada babak 16 besar nanti, Spanyol sudah ditunggu oleh lawan berat, Portugal, dalam laga bertajuk duel klasik Eropa yang akan digelar di Dallas. Dengan kehadiran Cucurella yang mampu merepresentasikan peran bek kiri modern—kokoh mengawal pertahanan sekaligus fasih menjadi kreator peluang—Spanyol memiliki senjata mematikan untuk menghadapi sisa kompetisi demi merengkuh trofi emas Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Indra Zakaria