Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ngeri! Statistik Bek Inggris Kontra Erling Haaland Bikin Cemas, Thomas Tuchel Putar Otak Jelang Perempat Final

Redaksi Prokal • Kamis, 9 Juli 2026 | 07:45 WIB
Erling Haaland akan memimpin lini serang Norwegia saat menghadapi Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026. (Instagram: Erling Haaland)
Erling Haaland akan memimpin lini serang Norwegia saat menghadapi Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026. (Instagram: Erling Haaland)

MIAMI — Laga perempat final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Inggris dan Norwegia di Miami dipastikan bakal berjalan panas. Fokus utama kini tertuju pada taktik pelatih Inggris, Thomas Tuchel, untuk meredam ketajaman mesin gol Norwegia, Erling Haaland, yang tampil luar biasa sepanjang turnamen.

Penyerang berusia 25 tahun tersebut tercatat belum pernah absen mencetak gol dalam empat laga yang sudah dilakoni dan kini kokoh memimpin daftar top skor dengan koleksi tujuh gol. Statistik mengerikan ini menjadi alarm bahaya bagi lini belakang Three Lions, khususnya bagi Marc Guehi.

Bek tengah andalan Inggris itu memiliki rekor pertemuan yang buruk saat berhadapan dengan Haaland di level klub. Dalam tujuh duel sebelumnya, Haaland sukses menggelontorkan tujuh gol ke gawang tim yang dikawal Guehi. Menariknya, keduanya kini merupakan rekan setim di Manchester City setelah Guehi hijrah pada bursa transfer Januari lalu.

Tantangan bagi Guehi kian berlipat karena ia dihantui ancaman akumulasi kartu kuning bersama tiga pilar Inggris lainnya, yakni Jude Bellingham, Declan Rice, dan Nico O'Reilly. Kendati demikian, kubu Inggris tidak perlu berkecil hati. Thomas Tuchel masih memiliki opsi bek lain yang punya rekor mentereng untuk menjinakkan sang predator. Ezri Konsa, yang diprediksi menjadi tandem Guehi, tercatat sukses mematikan pergerakan Haaland di Premier League, di mana bomber Norwegia itu hanya bisa mencetak satu gol dari lima pertemuan kontra Aston Villa.

Selain Konsa, bek senior John Stones juga mengantongi modal berharga karena sudah bertahun-tahun berlatih bersama Haaland di level klub, dan pernah membuatnya mati kutu saat masih berseragam Borussia Dortmund di Liga Champions 2021. Nama Dan Burn juga mencuat sebagai opsi logis berkat rekor impresifnya yang hanya kebobolan satu gol oleh Haaland dalam delapan pertemuan.

Inggris sendiri menatap laga ini dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah sukses menyingkirkan Meksiko dengan skor 3-2 di babak sebelumnya lewat perjuangan yang solid.

Marc Guehi menegaskan bahwa kekuatan utama skuad Inggris saat ini tidak bertumpu pada individu, melainkan pada kolektivitas tim yang sangat erat. "Kekompakan menjadi kekuatan terbesar kami. Seluruh pemain, baik yang tampil sejak awal maupun yang berada di bangku cadangan, memiliki kontribusi penting dalam setiap pertandingan," ujar Marc Guehi menegaskan kesiapan mental timnya menghadapi tekanan.

Kini publik sepak bola menanti racikan strategi genius dari Thomas Tuchel. Satu kelengahan saja di lini pertahanan bisa menjadi pembeda yang mengubur mimpi Inggris untuk melangkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026. (*)

Editor : Indra Zakaria
#piala dunia 2026