Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Struktur Utama Kokoh, Kelanjutan Proyek Lereng Terowongan Samarinda Terganjal Prioritas Utang Daerah

R
Penulis: Redaksi Prokal❯
Pemkot Samarinda memprioritaskan penyelesaian kewajiban keuangan daerah sebelum mengalokasikan anggaran untuk pekerjaan lanjutan di kawasan Terowongan Jalan Sultan Alimuddin.
Pemkot Samarinda memprioritaskan penyelesaian kewajiban keuangan daerah sebelum mengalokasikan anggaran untuk pekerjaan lanjutan di kawasan Terowongan Jalan Sultan Alimuddin.

Advertisement

SAMARINDA — Rencana pengerjaan lanjutan untuk membenahi kelandaian lereng di sekitar Terowongan Jalan Sultan Alimuddin tampaknya harus tertunda. Pemerintah Kota Samarinda saat ini memilih untuk memperketat ikat pinggang fiskal dan memprioritaskan penyelesaian kewajiban keuangan daerah sebelum mendanai proyek fisik baru.

Sebelumnya sempat beredar kabar mengenai kebutuhan anggaran tambahan yang cukup besar untuk menyempurnakan area sekitar terowongan tersebut. Namun, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda langsung meluruskan spekulasi yang berkembang di masyarakat.

"Angka Rp90 miliar itu bukan angka final dan belum diajukan. Detail pekerjaannya juga masih dikaji. Secara teknis memang ideal jika proyek ini diselesaikan hingga tuntas, tetapi semuanya bergantung pada kemampuan anggaran daerah," jelas Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Samarinda, Hendra Kusuma.

Advertisement

Dana tambahan yang sedang dikaji tersebut rencananya akan dialokasikan untuk membenahi kelandaian lereng di sekitar bibir terowongan. Langkah ini direkomendasikan demi meminimalkan potensi pergerakan tanah di masa mendatang. Kendati area lereng saat ini dinilai masih cukup curam, masyarakat diminta tidak perlu khawatir dengan keamanan jalur utama.

"Dari sisi keselamatan, konstruksi terowongan sudah sangat aman karena mulut terowongan telah diperpanjang lebih dari 70 meter," kata Hendra Kusuma meyakinkan kualitas struktur bangunan. Meski struktur utama dipastikan aman, warga Samarinda tampaknya harus lebih bersabar untuk melihat proyek penataan lereng ini terealisasi. Keterbatasan waktu dan kondisi keuangan daerah menjadi faktor utama penundaan proyek sekunder tersebut.

"Kalaupun tersedia anggaran pada APBD Perubahan tahun ini, waktunya sudah sangat terbatas. Tahun depan pun pelaksanaannya masih bergantung pada kondisi keuangan daerah. Saat ini tidak ada tambahan APBN sehingga kami mengandalkan pendapatan asli daerah," ujar Hendra Kusuma terkait tantangan pembiayaan yang dihadapi kota saat ini.

Advertisement

Kebijakan untuk menahan pengerjaan fisik lanjutan ini merupakan langkah strategis pemerintah kota. Fokus utama dialihkan untuk menyehatkan terlebih dahulu kondisi finansial daerah sesuai dengan arahan kepala daerah.

"Komitmen Pak Wali jelas, kewajiban keuangan daerah diselesaikan terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan fisik baru," pungkas Hendra Kusuma menutup penjelasannya. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bukan Sekadar Coba-Coba, Terowongan Samarinda Jadi Pilot Project SLF Pertama di Nusantara

Bukan Sekadar Coba-Coba, Terowongan Samarinda Jadi Pilot Project SLF Pertama di Nusantara

Terowongan Samarinda belum dibuka, masih menunggu uji beban.

Belum Ada Terowongan di Indonesia Kantongi SLF, Terowongan Samarinda Jadi Proyek Perintis

Belum Ada Terowongan di Indonesia Kantongi SLF, Terowongan Samarinda Jadi Proyek Perintis

Belum Ada Terowongan di Indonesia Kantongi SLF, Terowongan Samarinda Jadi Proyek Perintis

Evaluasi Proyek Terowongan Samarinda Masih Berjalan, Kepastian Target September Ditunggu

Evaluasi Proyek Terowongan Samarinda Masih Berjalan, Kepastian Target September Ditunggu

Terowongan Samarinda disebut Sekretaris Daerah Samarinda Neneng Chamelia Santi saat ini berada pada tahap penilaian.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer