Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ancam Keselamatan Pemain, Cuaca Ekstrem dan Badai Petir Hantui Laga Inggris vs Norwegia di Babak 8 Besar

Redaksi Prokal • Kamis, 9 Juli 2026 | 08:30 WIB
Harry Kane dan Jude Bellingham.
Harry Kane dan Jude Bellingham.

MIAMI — Pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Inggris melawan Norwegia di Miami, Amerika Serikat, pada Sabtu akhir pekan ini terancam terganggu oleh cuaca ekstrem. FIFA kini tengah bersiap menerapkan protokol khusus karena adanya potensi penundaan laga jika kondisi alam kian memburuk.

Ancaman utama tidak hanya datang dari badai petir yang diperkirakan akan melanda kawasan sekitar stadion, tetapi juga sengatan suhu udara yang sangat tinggi. Berdasarkan prakiraan cuaca setempat, suhu udara saat kick-off sore hari diperkirakan mencapai 33 derajat Celsius, namun tingginya kelembapan membuat suhu yang dirasakan tubuh (real feel) bisa melonjak drastis hingga menyentuh 44 derajat Celsius.

Kombinasi panas ekstrem dan potensi badai petir beberapa jam setelah laga dimulai membuat FIFA harus mengaktifkan aturan keselamatan yang ketat.

Terkait ancaman kilat, FIFA memberlakukan regulasi radius aman di area lapangan.

"Jika terdeteksi sambaran petir dalam radius sekitar 13 kilometer dari stadion, pertandingan wajib dihentikan sementara. Setiap kali muncul sambaran petir baru di area tersebut, waktu penundaan akan kembali dihitung selama 30 menit," demikian bunyi protokol keselamatan FIFA dalam mengantisipasi cuaca buruk.

Selain masalah petir, penentu kelayakan jalannya laga juga mengacu pada metode indikator Wet-Bulb Globe Temperature (WBGT), yang mengukur kombinasi suhu, kelembapan, radiasi matahari, dan kecepatan angin. Pengukuran ini dijadwalkan sebanyak dua kali, yakni 90 menit dan 60 menit menjelang sepak mula.

Jika hasil WBGT menunjukkan risiko tinggi bagi kesehatan pemain, opsi pemberian jeda minum (cooling break) selama tiga menit di tengah babak akan diambil. Namun, apabila situasi dinilai sudah mengancam keselamatan jiwa, FIFA tidak akan ragu untuk menjadwalkan ulang pertandingan tersebut.

Bagi Inggris, kendala alam seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Sepanjang turnamen Piala Dunia 2026 bergulir, skuad asuhan Thomas Tuchel tercatat sudah dua kali mengalami penundaan pertandingan akibat badai petir yang melanda lokasi laga mereka sebelumnya.

Kini, Harry Kane dan rekan-rekan setimnya dituntut tidak hanya fokus menyusun strategi meredam Erling Haaland cs, tetapi juga harus memiliki ketahanan fisik ekstra untuk beradaptasi dengan cuaca panas Miami yang menguras stamina.

Pemenang dari duel sengit yang diselimuti cuaca ekstrem ini nantinya akan melangkah ke babak semifinal untuk menantang pemenang dari laga antara Argentina melawan Swiss. Hingga hari pertandingan tiba, FIFA menegaskan akan terus memantau perkembangan cuaca secara berkala demi menempatkan keselamatan pemain, ofisial, dan ribuan penonton di atas kepentingan apa pun. (*)

Editor : Indra Zakaria
#piala dunia 2026