Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Skuad Swiss Siap Tempur Hadapi Juara Bertahan Argentina

Redaksi Prokal • Kamis, 9 Juli 2026 | 07:25 WIB
Manuel Akanji.
Manuel Akanji.

VANCOUVER — Bek tangguh Tim Nasional Swiss, Manuel Akanji, menegaskan bahwa timnya telah melupakan ketegangan babak 16 besar dan kini siap lahir batin untuk menantang juara bertahan Argentina pada babak perempat final Piala Dunia 2026. Kepastian tiket perempat final itu didapat anak asuh Murat Yakin setelah menyisihkan Kolombia lewat drama adu penalti yang mendebarkan setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit. Menghadapi ujian berat di babak berikutnya, Akanji mengaku sangat bersemangat.

“Bermain melawan juara bertahan Argentina, saya pikir tidak ada tantangan yang lebih besar. Setiap babak berikutnya semakin sulit, tetapi saya pikir kami siap menghadapi tantangan itu,” kata Manuel Akanji seusai pertandingan, seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (9/7).

Langkah Swiss ke babak 8 besar sebenarnya diwarnai ketegangan tinggi, terutama bagi Akanji pribadi. Pemain andalan Inter Milan itu sempat memikul beban berat akibat gagal mengeksekusi penalti setelah tendangannya dibaca kiper lawan. Ia membeberkan bahwa keraguan di detik-detik akhir menjadi petaka bagi tendangannya.

“Saya mengubah keputusan di detik terakhir. Saya sebenarnya ingin menendang ke kiri atas. Saya sudah membayangkan bola itu masuk beberapa kali, tetapi seperti yang Anda tahu, hal seperti itu tidak berjalan dengan baik,” aku Akanji jujur.

Meski sempat terpuruk dalam situasi sulit, Akanji langsung memberikan pujian setinggi-langkah kepada rekan-rekan setimnya yang tampil berkepala dingin guna memastikan kemenangan Swiss di babak tos-tosan.

“Itu adalah penalti yang sulit bagi saya. Saya memberikan pujian kepada pemain lainnya karena mereka mampu melakukan tugas mereka dengan sangat baik. Kami melihat beberapa video tentang penalti. Adu penalti sangat berkaitan dengan mental. Saya pikir semua pemain di tim kami mampu mengambil penalti,” paparnya.

Ketangguhan mental skuad Swiss memang diuji sepanjang laga. Bermain penuh selama dua jam di bawah intimidasi riuh suporter Kolombia yang mendominasi tribun stadion bukan perkara mudah bagi tim berjuluk La Nati tersebut.

“Banyak suporter Kolombia berada di stadion. Itu bukan situasi yang mudah. Berbeda rasanya ketika Anda berdiri di titik penalti setelah bermain selama 120 menit. Suasananya seperti stadion Spanyol atau Kolombia karena banyaknya suporter mereka. Tetapi kami sudah beberapa kali bermain di sini dan tahu bagaimana atmosfernya,” lanjut Akanji mengenai adaptasi timnya terhadap tekanan fans lawan.

Kini, fokus total Swiss langsung diarahkan untuk meredam magis Lionel Messi cs. Di atas kertas, Argentina tentu jauh lebih diunggulkan berkat status juara bertahan dan kedalaman skuadnya yang mewah. Namun, Akanji memastikan Swiss tidak akan membiarkan tim Tango melenggang ke semifinal dengan mudah.

“Kami percaya bisa menghadapi setiap lawan dan membuat pertandingan menjadi sangat sulit bagi mereka. Kami tahu pertandingan melawan Argentina akan sulit, tetapi kami akan memberikan yang terbaik,” pungkas Akanji optimistis menatap peluang Swiss mencetak sejarah baru di Piala Dunia 2026. (*)

Editor : Indra Zakaria
#piala dunia 2026 #Swissbell