ATLANTA — Nama wasit asal Prancis, Francois Letexier, kembali menjadi musuh bersama bagi para pencinta sepak bola di tanah air. Pengadil lapangan berusia 37 tahun tersebut mendadak viral di media sosial setelah memimpin laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang penuh kontroversi antara Argentina melawan Mesir di Atlanta.
Dalam laga sengit tersebut, Mesir yang sempat memimpin dua gol harus tersingkir secara menyakitkan dengan skor 3-2 setelah gol kedua mereka dianulir oleh Letexier lewat peninjauan VAR. Keputusan krusial itu memicu kebangkitan Argentina lewat gol-gol dari Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez.
Bagi suporter Timnas Indonesia, wajah dan nama Francois Letexier tentu memicu memori kelam. Letexier adalah sosok utama yang membuyarkan mimpi generasi emas Timnas Indonesia U-23 untuk berlaga di pentas Olimpiade Paris 2024 lalu.
Saat itu, Letexier bertindak sebagai pengadil dalam laga play-off krusial antara Indonesia melawan Guinea. Kepemimpinannya dianggap sangat berat sebelah, terutama saat ia menghadiahi Guinea sebuah penalti kontroversial akibat tekel Witan Sulaeman yang dalam tayangan ulang terlihat bersih dan terjadi di luar kotak terlarang.
Gol penalti tersebut menjadi satu-satunya pembeda yang membuat skuad Garuda Muda kalah 0-1 dan gagal melenggang ke Paris. Tak hanya itu, Letexier bahkan dengan ringkas mengusir pelatih Shin Tae-yong dari pinggir lapangan setelah sang arsitek asal Korea Selatan melakukan protes keras.
Kemunculannya kembali di panggung besar sekelas Piala Dunia 2026 langsung memicu reaksi emosional dari netizen Indonesia. Banyak penggemar sepak bola nasional menilai gaya kepemimpinan Letexier memang kerap merugikan tim yang tidak diunggulkan.
"Kemenangan Argentina di pertandingan ini sudah diatur oleh wasit," kecam pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, yang meluapkan rasa frustrasinya dalam sesi konferensi pers pascalaga.
Meski pelatih Mesir melontarkan kritik tajam dan menuding adanya bias dari sang pengadil, FIFA tetap mengesahkan kemenangan dramatis Albiceleste. Argentina berhak melaju ke babak perempat final, sementara Mesir harus angkat koper.
Satu hal yang pasti, bagi publik sepak bola Indonesia, nama Francois Letexier akan selalu membekas sebagai sosok antagonis yang merampas tiket Olimpiade 2024 dari genggaman Ibu Pertiwi. (*)
Editor : Indra Zakaria