Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Klaim Kena 'Prank' Diving Galarza, Prancis Desak FIFA Anulir Kartu Kuning Michael Olise Jelang Perempat Final

Redaksi Prokal • Kamis, 9 Juli 2026 | 11:15 WIB
Tendangan akrobatik Olise saat melawan Swedia.
Tendangan akrobatik Olise saat melawan Swedia.

PARIS — Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) secara resmi melayangkan permohonan kepada FIFA untuk membatalkan hukuman kartu kuning yang diterima oleh gelandang serang andalan mereka, Michael Olise. Langkah ini diambil demi menyelamatkan sang pemain dari ancaman akumulasi kartu menjelang babak krusial perempat final Piala Dunia 2026.

Berdasarkan laporan dari media terkemuka Prancis, L'Equipe, Michael Olise diganjar kartu kuning oleh wasit pada menit ke-90+7 usai terlibat ketegangan dengan winger Paraguay, Matias Galarza, dalam laga babak 16 besar yang berlangsung Minggu (5/7) lalu.

Namun, bukti rekaman video dari berbagai sudut memperlihatkan fakta sebaliknya. Pemain berusia 24 tahun milik Bayern Munchen tersebut sama sekali tidak melakukan kontak fisik kasar atau kekerasan. Olise hanya terlihat meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Galarza sebagai isyarat untuk menyuruhnya diam. Sesaat kemudian, Galarza justru melakukan aksi teatrikal (diving) dengan menjatuhkan diri ke tanah seolah-olah telah menerima dorongan keras.

Upaya banding dari FFF ini tergolong sangat krusial bagi perjalanan Les Bleus. Pasalnya, jika kartu kuning tersebut tidak diputihkan, Olise berada dalam posisi rawan. Apabila ia kembali menerima kartu kuning saat bentrok melawan Maroko di perempat final pada Jumat (10/7) besok, maka Olise secara otomatis akan terkena skorsing dan absen di babak semifinal andai Prancis lolos.

"Kami mendapat tiga kartu kuning dalam pertandingan yang penuh dengan pelanggaran. Saya tidak mengatakan kami tidak melakukan pelanggaran, tetapi kedua tim sama-sama banyak melakukannya di lapangan," ujar entraineur Prancis, Didier Deschamps, mengomentari tensi tinggi laga kontra Paraguay.

Menariknya, tuntutan Prancis ini mencuat hampir bersamaan dengan kebijakan kontroversial FIFA baru-baru ini. Induk sepak bola dunia itu sebelumnya kedapatan memberikan pengampunan dengan mengizinkan striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, untuk tetap tampil melawan Belgia di babak 16 besar kemarin (7/7) meski sebelumnya mengantongi kartu merah langsung.

Banyak pengamat menilai jika FIFA mengabulkan dispensasi kartu merah Balogun, maka sudah sepatutnya FIFA juga menganulir kartu kuning "gaib" milik Michael Olise demi menjunjung tinggi asas keadilan dan fair play di turnamen. (*)

Editor : Indra Zakaria
#piala dunia 2026