MIAMI — Mimpi indah tim nasional Norwegia di Piala Dunia 2026 harus berakhir tragis di babak perempat final. Kekalahan tipis dari Inggris di Stadion Miami tidak hanya menyisakan kepedihan mendalam, tetapi juga menyulut amarah luar biasa dari para suporter di jagat maya.
Sorotan tajam kini tertuju pada striker Atletico Madrid, Alexander Sorloth. Ia dinilai menjadi biang keladi kegagalan Norwegia menembus semifinal akibat aksi egoisnya yang enggan memberikan umpan kepada sang megabintang, Erling Haaland. Padahal, andai Sorloth tidak serakah, asa Norwegia untuk mengukir sejarah baru masih terbuka lebar.
Norwegia sebenarnya sempat membuka harapan besar setelah unggul lebih dulu lewat gol Andreas Schjelderup di menit ke-36. Namun, petaka bagi Sorloth datang tepat sebelum turun minum, tepatnya pada menit ke-44.
Menerima umpan matang dari Martin Odegaard, Sorloth berada dalam situasi sangat menguntungkan: dua lawan satu. Di sampingnya, Erling Haaland yang sudah mengemas tujuh gol sepanjang turnamen berdiri bebas tanpa kawalan dan siap menceploskan bola ke gawang yang kosong.
Alih-alih menyodorkan bola ke Haaland, Sorloth justru memilih menusuk ke dalam dan mengeksekusi sendiri peluang tersebut. Sial baginya, tembakan itu berhasil diblokir oleh lini pertahanan Inggris. Frustrasi Haaland pun tertangkap jelas oleh kamera dan langsung menjadi viral di media sosial.
Ibarat nasi sudah menjadi bubur, kegagalan itu harus dibayar mahal. Inggris bangkit dan menyamakan kedudukan lewat gol kontroversial Jude Bellingham, sebelum akhirnya mengunci kemenangan di babak perpanjangan waktu. Inggris pun melenggang ke semifinal untuk menantang Argentina, sementara Norwegia terpaksa angkat koper.
Klarifikasi Sorloth dan Pembelaan Diri
Berbicara kepada media pascalaga, penyerang berusia 30 tahun itu mencoba meluruskan situasi rumit yang dihadapinya di atas lapangan hijau. Sorloth mengaku bahwa dirinya tidak berniat egois, melainkan terjebak dalam situasi buntu. "Saya mengontrol bola dan melihat ke atas, lalu saya melihat John Stones memblokir jalur operan itu. Satu-satunya hal yang saya inginkan dalam situasi itu adalah mengoper ke Erling. Kemudian rasanya operan itu tidak ada, dan akhirnya saya langsung menembak," ujar Sorloth via GOAL.
Gelombang Kebencian Merembet ke Sang Kekasih
Sayangnya, penjelasan Sorloth tidak cukup untuk meredam kekecewaan netizen yang telanjur meradang. Gelombang hujatan tidak hanya menyerang akun pribadi Sorloth, melainkan juga merembet dan mengotori kolom komentar sang kekasih, Lena Selnes.
Merasa situasi sudah melewati batas dan berubah menjadi teror mental, Lena akhirnya melempar pernyataan terbuka melalui akun Instagram pribadinya. Ia Menegaskan bahwa sepak bola seharusnya membawa kebahagiaan, bukan wadah untuk menyebarkan kebencian. Lena juga meminta agar semua orang berpikir lebih bijak sebelum mengetik komentar buruk di media sosial, terlepas dari apa pun situasinya di lapangan.
Meskipun Piala Dunia 2026 ini menjadi pembuktian bahwa Norwegia mampu bersaing di level tertinggi, keputusan kontroversial Sorloth di depan gawang Inggris kini justru meninggalkan awan hitam yang menyelimuti kepulangan mereka ke kampung halaman.(*)
Editor : Indra Zakaria