ARLINGTON – Panggung tertinggi sepak bola dunia bersiap menjadi saksi sejarah baru. Dua raksasa Eropa, Prancis dan Spanyol, akan saling bentrok dalam laga hidup-mati babak semifinal Piala Dunia 2026. Duel bertajuk 'The Titans' ini bakal digelar di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, pada Rabu (15/7) 03.00 dini hari WIB. Pemenang dari laga klasik ini akan langsung memesan tiket ke partai final untuk menghadapi raksasa lain, antara Inggris atau Argentina.
Bagi Prancis, ini adalah semifinal Piala Dunia ketiga mereka secara berturut-turut. Anak asuh Didier Deschamps datang dengan ambisi besar untuk menjadi tim ketiga dalam sejarah yang mampu menembus tiga final Piala Dunia secara beruntun, menyamai rekor legendaris milik Jerman dan Brasil. Perjalanan Les Bleus menuju semifinal terbilang sangat impresif dengan mengemas enam kemenangan beruntun sejak fase grup. Di babak gugur, mereka sukses menjinakkan perlawanan ketat Swedia, Paraguay, dan terakhir menundukkan ketangguhan Maroko di Boston berkat aksi gemilang sang kapten, Kylian Mbappe, bersama Ousmane Dembele.
Laga ini juga terasa sangat emosional bagi Didier Deschamps karena menjadi pertandingan Piala Dunia ke-26 baginya, sekaligus memecahkan rekor abadi Helmut Schon. Menatap turnamen terakhirnya setelah 14 tahun mengabdi, Deschamps tentu ingin meletakkan jabatannya dengan trofi emas di tangan. Catatan sejarah pun berpihak pada mereka, di mana Prancis punya memori indah saat menekuk Spanyol 3-1 di turnamen mayor FIFA sekitar 20 tahun lalu. Apalagi, Les Bleus selalu lolos dalam empat semifinal Piala Dunia terakhir mereka tanpa kebobolan di tiga laga pamungkas.
Di sudut lain, Spanyol datang dengan kepercayaan diri yang membumbung tinggi. Meski Prancis unggul dalam sejarah Piala Dunia secara keseluruhan, La Furia Roja justru memegang kendali lewat rekor pertemuan terkini. Tim asuhan Luis de la Fuente sukses memenangkan tujuh dari 10 bentrokan terakhir melawan Prancis, termasuk kemenangan krusial 2-1 di semifinal Euro 2024 dan drama sembilan gol yang berakhir 5-4 di final UEFA Nations League tahun lalu.
Spanyol melaju ke semifinal setelah melewati drama perpanjangan waktu melawan Belgia di perempat final. Mikel Merino kembali menjadi pahlawan super lewat gol telatnya dari bangku cadangan, sebuah aksi yang menjadikannya pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mampu mencetak gol kemenangan dalam dua laga babak gugur berturut-turut sebagai pemain pengganti. Ini adalah semifinal Piala Dunia pertama Spanyol sejak mereka menjadi juara di Afrika Selatan 16 tahun lalu. Rekor turnamen mereka pun terbilang mengerikan karena hanya kalah satu kali dari 27 laga turnamen besar sejak Piala Dunia 2018.
Menjelang laga krusial ini, kedua tim diprediksi akan turun dengan kekuatan terbaiknya seiring pulihnya beberapa pilar penting dari cedera ringan. Di kubu Prancis, Kylian Mbappe dipastikan fit meski sempat ditarik keluar karena cedera pergelangan kaki ringan pada laga sebelumnya. Lini tengah mereka akan menjadi rebutan sengit antara Manu Kone dan Aurelien Tchouameni untuk menjadi jangkar permainan. Sementara itu, lini serang Prancis tetap akan mengandalkan duet maut peraih Ballon d'Or, Ousmane Dembele dan Mbappe, yang tercatat sudah mengkreasi 19 peluang sepanjang musim panas ini.
Spanyol sendiri kemungkinan besar akan melakukan sedikit perombakan di lini tengah, di mana Mikel Merino dan Pedri memiliki peluang kuat untuk tampil sebagai starter, yang berpotensi menggeser posisi Fabian Ruiz atau Dani Olmo. Untuk urusan menggedor pertahanan lawan, Mikel Oyarzabal yang sudah mengemas empat gol di sepanjang turnamen ini akan disokong oleh pergerakan lincah wonderkid Lamine Yamal di sisi kanan, serta dibantu oleh Pedro Porro yang siap mengawal sektor pertahanan.
Pertempuran taktis dan adu gengsi ini kini tinggal menghitung jam. Siapakah Titan yang akan bertahan dan melaju ke partai puncak? Apakah dominasi taktis Deschamps yang akan menutup kariernya dengan manis, ataukah modernisasi sepak bola kilat ala De la Fuente yang akan membawa Spanyol kembali ke puncak dunia? Jawabannya akan segera tersaji di atas lapangan Arlington. (*)
Editor : Indra Zakaria